Terkena Erupsi, Pengungsi Gunung Agung Tetap Berkarya

1
112
Warga berbondong bondong melihat lahar dingin Gunung Agung/detik.com

Kabarnesia.com – Gunung Agung kembali erupsi dan ditetapkan status Awas pada 27 November lalu,  akibatnya sebanyak 22 desa telah dikosongkan agar terhindar dari semburan abu vulkanik Gunung Agung. Hal tersebut tak menutup semangat para pengungsi untuk berkarya.

Seperti pengungsi desa Sinduwati, Kec.Sidemen tetap bekerja di tempat pengungsian dengan membuat kerajinan tangan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sebagaimana yang diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho lewat akun resminya.

“Kekuatan modal sosial masyarakat Bali memang luar biasa. Jiwa gotong royong dan mandiri menyebabkan penanganan bencana berjalan dengan baik. Warga tetap bekerja membuat kerajinan meskipun di pengungsian,” tulisnya.

Baca Juga : 

Sutopo juga menyampaikan bahwa hampir tidak ada keluhan dari masyarakat Bali atas terjadinya bencana alam yang mereka rasakan. Sampai Kamis (30/11) jumlah pengungsi erupsi Gunung Agung mencapai 48 ribu lebih jiwa.

“Jumlah pengungsi erupsi Gunung Agung sebanyak 48.671 jiwa di 228 titik pengungsian,” tulis Sutopo di akun Twitternya.

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.