Alasan Donald Trump Menyatakan Yerusalem sebagai Ibukota Israel

3
214
Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington, 16 Februari 2017. (REUTERS/Kevin Lamarque).

Kabarnesia.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Yerusalem sebagai Ibukota Israel dalam pidato resminya di Gedung Putih, Washington DC, Rabu (6/12) siang  waktu setempat atau Kamis (7/12) waktu Indonesia. Tidak hanya itu, Trump juga merencakan untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Kebijakan Trump terkait hal ini merupakan penerapan undang-undang Kedutaan Yerusalem yang telah disepakati oleh Kongres AS pada tahun 1995 yang menyatakan Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

Selama lebih dari 20 tahun, setiap Presiden Amerika sebelumnya telah memberlakukan hukum waiver yakni menolak untuk memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem atau untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

“Oleh karena itu, saya telah menentukan bahwa ini saatnya untuk mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” ujar Trump.

Pernyataan Presiden AS ini pun mendapatkan kecaman dari berbagai negara bahkan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan Organisasi perdamaian dunia. Karena kebijakan baru Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai Ibukota Israel akan memicu pemberontakan dari berbagai pihak.

Baca Juga : Trump Umumkan Yerussalem Jadi Ibukota Israel

Berikut beberapa alasan Trump menyebut Yerussalem sebagai Ibukota Israel yang berhasil Kabarnesia rangkum.

1. Donald Trump dikenal dekat dengan Israel, bahkan saat dirinya menang Pilpres Amerika Serikat dan menjadi Presiden AS ia telah menunjuk David Friedman sebagai Duta Besar AS untuk Israel. Seperti yang diketahui David dengan terang-terangan mendukung Israel untuk mengambil alih wilayah Palestina yakni Yerusalem bagian Timur.

2. Saat kampanye Pilpres Amerika Serikat Trump telah menjanjikan jika dirinya menjadi Presiden AS ia akan mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel, seperti yang dikatakan oleh David Friedman.

“Itu adalah janji kampanye dan kami punya keinginan untuk mewujudkannya. Kita akan melihat adanya perbedaan antara AS dan Israel dengan perspektif baru” ujarnya, dikutip dari The Guardian.

3. Menurut Donald Trump kebijakannya ini merupakan upaya perdamaian antara Israel dan Palestina.

Comments

comments

3 KOMENTAR

Comments are closed.