Polemik Bendera Panji Rasulullah

1
182
Bendera Panji Rasulullah
Massa aksi damai Bela Islam III (Aksi 212) menuju titik kumpul di Monumen Nasional Bendera berwarna hitam bertuliskan Lailahaillallah Muhammadurrasulullah, Jumat (2/12/2016).(Foto:Alfiyanita/Kabarnesia)

Kabarnesia.com – Perbedaan persepsi mengenai Bendera Panji Rasulullah mencuat ketika adanya perdebatan antara Ustad Felix Siauw dengan Penggiat sosial media Permadi Arya atau biasa dikenal sebagai Abu Janda Al Bolowudi di salah satu acara stasiun TV Swasta pada Selasa (5/12) malam lalu.

Abu Janda mempermasalahkan mengenai Bendera Panji Rasulullah yang bertuliskan lafal laa illa haa illallah muhammadar rasulullah berwarna hitam dan putih beredar dalam reuni aksi 212 yang dibawa oleh anggota HTI. Menurut Abu Janda, dari data yang ia peroleh bendera tersebut bukanlah Bendera Panji Rasulullah.

Abu Janda menjelaskan bahwa Bendera Rasulullah tidak berkombinasi warna hitam dan putih, melainkan merah dan kuning. Bendera Rasulullah yang asli tersimpan di Museum Toptaki terletak di Istanbul, Turki, lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Felix Siaw pun menampik pernyataan Abu Janda dengan mengutip beberapa hadist dan menunjukkan bahwa Bendera  Rasullah adalah yang berwarna hitam dan putih yang bertuliskan lafal laa illa haa illallah muhammadar rasulullah.

“Datanya fatal. Saya ke museum itu lebih dari 15 kali. Mas Permadi tadi enggak tahu pernah ke sana apa belum? Tidak ada bendera Rasul dipajang di sana. Mudah-mudahan tidak jadi bagian kesombongan saya, tapi saya rasa tidak ada yang tahu Utsmani daripada saya. Itu bukan bendera Rasul, itu bendera utsmani,” ujar Felix dikutip dari TV One.

Pada masa Rasulullah, umat Islam sudah mempunyai bendera. Rayah adalah bendera berukuran lebih kecil, yang diserahkan khalifah atau wakilnya kepada pemimpin perang, serta komandan-komandan pasukan Islam lainnya.

Liwa merupakan tanda yang menunjukkan bahwa orang yang membawanya adalah pemimpin perang. Liwa, (bendera negara) berwarna putih, sedangkan rayah (panji-panji perang) berwarna hitam menurut pemahaman dari HR. Thabrani, Hakim, dan Ibnu Majah.

Baca Juga : 

Sedangkan menurut Dr H Nadirsyah Hosen, LLM, MA (Hons), PhD,  alias Gus Nadir yang juga merupakan Dosen Senior Monash Law School mengatakan bahwa secara umum hadist-hadist yang menjelaskan warna bendera Rasul dan isi tulisannya itu tidak sahih. Riwayatnya pun berbeda-beda. Gus Nadir pun menuturkan bahwa tidak ada contoh otentik dan sahih tentang bendera Rasul itu seperti apa

“Dalam sejarah Islam juga beda lagi. Ada yang bilang Dinasti Umayyah pakai bendera hijau, Dinasti Abbasiyah pakai warna hitam, dan pernah juga putih. Yang jelas dalam konteks bendera dan panji, Rasul menggunakan sewaktu perang hanya untuk membedakan pasukan Rasul dengan musuh. Bukan dipakai sebagai bendera negara,” ujarnya.

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.