Beras Impor Rugikan Petani

0
123
impor beras
Karyawan Bulog melayani pembeli beras murah saat Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (OP-CBP) di kawasan Pasar Inres Lhokseumawe, Aceh, Rabu (10/1). Peluncuran OP dengan stok CBP secara nasional mencapai 271 ribu ton medium seharga Rp8.000/kg, atau Rp120.000/15 Kg hingga akhir Januari 2018 itu upaya pemerintah menekan kenaikan harga atau stabilisasi harga beras yang melambung di pasaran. ANTARA FOTO/Rahmad/aww/18.
obat kuat,libion,libiceng,phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Kabarnesia.com – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengumumkan rencana mengimpor 500.000 ton beras pada akhir Januari nanti. Sontak hal itu membuat petani di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, menolak adanya rencana pemerintah itu. Mereka melakukan protes di pinggir sawah desa setempat, Senin (15/1).

“Yang diimpor beras khusus 500 ribu ton,” kata Enggar dalam paparan di kantornya, Kamis (11/1).

Enggar mengatakan pihaknya mengimpor beras pada akhir Januari 2018, karena di masa tersebut ada potensi minimnya pasokan beras di beberapa daerah, sehingga memicu pelonjakkan harga. Pasokan beras yang mulai masuk ke Indonesia berasal dari Thailand dan Vietnam.

Namun bagi para petani yang tergabung dalam Gapoktan Tani Mulyo, kebijakan tersebut hanya akan mendatangkan masalah baru disaat musim panen tiba.

Salah satu  anggota petani Gapoktan Tani Mulyo, Nur Kholik, mengatakan rencana pemerintah mengimpor beras membuat petani resah, pasalnya proses impor yang dilakukan pemerintah berbarengan dengan masa panen, sehingga beras yang dihasilkan oleh petani harganya bisa anjlok turun.

“Kalau sampai pemerintah impor beras bersamaan dengan panen raya, maka sama saja dengan merugikan petani. Harga beras bisa jatuh gara-gara kemasukan beras impor,” katanya.

BACA JUGA:

Para petani resah karena berasnya takut kalah bersaing di pasaran, Rohwan selaku ketua Gapoktan Tani Mulyo memaparkan Nanti kalau panen raya harganya (gabah) bisa turun sampai Rp 240 ribu per kuintal. Kalau ada impor beras ya merugikan petani. Apalagi dari penebas (tengkulak) takut membeli, soalnya menanti harganya turun.

“Empat bulan sudah kami lakukan tanam. Ini hampir panen. Lha kok pemerintah malah berencana impor beras. Apa enggak merugikan petani?” ujarnya.

Kepala Desa Undaan Lor, Edi Pranoto, mengaku rencana pemerintah untuk impor beras telah membuat pihaknya cemas, karena para petani sudah mulai gelisah dengan rencana tersebut.

“Terus terang. Rencana pemerintah sudah buat petani gelisah. Kasihan petani,” kata Edi.

Sebab di musim tanam I 2018 yang seharusnya berlangsung Oktober (2017) – Januari (2018), untuk Desa Undaan Lor maju di Bulan September 2017. Oleh karenanya, panen bisa dilakukan pada bulan Januari.

Edi berharap agar pemerintah membatalkan rencana impor beras pada akhir bulan ini.

“Semoga saat panen ini. Beras impor tidak jadi masuk. Biar petani bisa sejahtera karena harga beras bagus dan menguntungkan mereka,” pungkasnya.

Harga gabah di saat panen di Desa Undaan Lor Rp 580 ribu per kuintal. Menurutnya, luas lahan sawah di Undaan Lor sekitar 450 hektar. Satu hektar sawah diperkirakan dapat menghasilkan 8 ton gabah setiap kali panen.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait kabar nasional atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Comments

comments