Papua, Terpencil, dan Campak yang Sebabkan Puluhan Orang Meninggal Dunia

0
50
wabah campak serang papua
Wabah campak di Papua tewaskan puluhan orang (Foto: BBC)

Kabarnesia.com – Pihak berwenang Indonesia berjuang untuk mengatasi wabah campak selama sebulan di provinsi paling timur Papua yang telah menewaskan puluhan anak-anak.

Stefanus Lange, seorang dokter di sebuah rumah sakit yang dikelola pemerintah di distrik Asmat di Papua mengatakan pada hari Selasa (16/1), kasus pertama kali terdeteksi pada bulan September, namun kurangnya akses ke daerah terpencil, personil yang tidak mencukupi dan tingginya mobilitas penduduk desa menghambat upaya pengobatan dan vaksinasi.

Papua dan tetangganya, Papua Barat adalah provinsi termiskin di Indonesia dan merupakan rumah bagi gerakan kemerdekaan yang telah berlangsung puluhan tahun dan pemberontakan bersenjata. Kawasan ini secara kultural dan etnis berbeda dari bagian Indonesia lainnya, yang akhirnya digabungkan pada awal 1960-an.

Lange mengatakan 36 korban meninggal di Kecamatan Pulau Tiga dan 22 meninggal di Agats, kota utama dan ibu kota Asmat. Dia tidak mengesampingkan kemungkinan jumlah korban yang lebih tinggi karena laporan belum diterima dari beberapa kecamatan.

Kepala Divisi Pemberantasan Penyakit Infeksi (P2M) Dinas Kesehatan Papua, Dr Aaron Rumainum juga mengatakan permintaan vaksin dari Dinas Kesehatan Asmat ke Dinas Kesehatan Provinsi Papua telah tiba di Agats pada tanggal 11 Januari 2018.

BACA JUGA:

 

Menurut dia, Bupati Asmat telah mengerahkan empat tim ke empat kabupaten di wilayahnya, untuk menangani epidemi campak. “Empat tim mulai melakukan pelayanan kesehatan sejak 9 Januari 2018,” kata Aaron, seperti dikutip Antara, Selasa (16/1).

Tim yang dikirim Bupati Asmat, Elisa Kambu kembali pada Sabtu (13/1). Menurut Aaron, spesimen campak diambil pada 27 November 2017. “Kami mendiagnosis campak, hasilnya diambil dan dikirim ke Surabaya, Jawa Timur, dan pada tanggal 23 November 2017 hasilnya positif untuk penyakit campak,” kata Aaron.

Data dari rumah sakit menunjukkan total 568 orang telah dirawat karena campak sejak September dan 175 dirawat di rumah sakit.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa satu anak meninggal di Pulau Tiga karena kekurangan gizi, yang telah melanda beberapa desa di kabupaten tersebut.

Sebuah tim yang terdiri lebih dari 50 dokter dan paramedis dari militer Indonesia tiba hari Selasa di provinsi tersebut untuk membantu mengatasi penyakit ini.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait kabar daerah atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Comments

comments