Stand Up Comedy: Antara Jenius dan Rasis

0
350
asal usul stand up comedy
Stand Up Comedy (Foto: Hacker Noon)
obat kuat,libion,libiceng,phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Kabaenesia.com –  Stand Up Comedy merupakan satu jenis kegiatan melawak dengan hanya satu orang yang melakukannya di atas panggung. Pembawa materi lawakan di Stand Up Comedy disebut komika. Para komika membawakan materi lawakannya di depan penonton secara langsung dengan cara bermonolog mengenai suatu topik yang dibuatnya sendiri.

Sejarah di Dunia
Sementara itu, sejarah Stand Up Comedy di dunia, seperti dalam tulisan The History Of Comedy: The First Stand Up, komedian Jim Mendrinos mengatakan istilah Stand Up Comedy sudah dikenal tahun 1966.

Dan dalam makalah Stand Up Comedy as Artistic Expression: Lenny Bruce, the 1950s, and American Humor, milik Andrea Shannon Prussing-Hollowell yang melakukan studi di Georgia State University menyebutkan Stand Up Comedy sudah dikenal sejak tahun 50-an. Adapun nama-nama yang ditulis Hollowell, sebagai pelaku stand up comedy di 50-an seperti Jack Benny, Fred Allen, and Bob Hope.

Tahun 1800an adalah awal munculnya Stand Up Comedy di Amerika yang masih berwujud teater, namun makin kesini makin berkembang dan lebih dikenal pada tahun 1950an. Stand Up Comedy terkenal karena keahlian para komikanya yang melakukan kritik sosial dengan dibalut menjadi sebuah bahan tertawaan.

Namun, kejeniusan itu pun tak jarang menimbulkan rasisme di kalangan liberal Amerika yang terkenal dengan kebebasan berbicaranya. Sehingga tidak ada masalah hukum yang akan menjerat mereka terkait materi dan lawakan yang dinilai sensitif.

Pada saat masih berwujud teater di Amerika terdapat acara yang bernama The Minstrel Show yang diselenggarakan oleh Thomas Dartmouth “Daddy” Rice.  Akan tetapi materi-materi yang di bawakan lebih menonjolkan unsur rasisme. Salah satu bukti nyata para komiknya menghitamkan muka mereka secara sengaja dengan tujuan mengejek serta menertawakan ras kulit hitam yang berada di Amerika.

Sejarah di Indonesia 
Di Indonesia sendiri Stand Up Comedy dahulu lebih dikenal dengan sebutan lawak tunggal,  yang mulai dikenal masyarakat pada era 1950an. Para tokoh pelawak-pelawak mulai bermunculan ketika diadakannya kompetisi lawak tunggal pada tahun 1953. Nama-nama pelawak yang bermunculan, seperti Eddy Sud, S Bagyo, Iskak, dan Us Us yang kemudian dijuluki sebagai Jerry Lewis Indonesia.

Pada tahun 1980-an, lomba lawak tunggal kembali  menghadirkan pelawak-pelawak lain seperti Atet Zakaria, Nana Krip, dan Memet Mini. Selain itu, ada grup lawak yang berasal dari pelawak tunggal, Sersan Prambors, yang beranggotakan Pepeng, Nana Krip, Krisna Purwana, Sys Ns dan Mukhlis.

Di Indonesia sendiri baru dikenalkan Stand Up Comedy Secara resmi oleh Iwel Sastra pada tahun 1998. Dalam buku Motivaction: Mimpi atau Mati! Iwel menulis tahun 1998 memiliki teman yang bersekolah di Amerika, Diaz Hendropriyono memperkenalkan istilah Stand Up Comedy kepada Iwel. Sejak tahun 1998 itulah secara resmi profesi Stand Up Comedian tertera di kartu nama Iwel.

Jika dilihat-lihat dari perkembangannya, Stand Up Comedy di Indonesia bukan lawakan yang asli dari Indonesia, melainkan ‘barang’ impor dari Amerika.

Dalam buku Iwel Sastra yang berjudul MotivAction: Mimpi atau Mati! menyebutkan antara pelawak dan Stand Up  Comedi bisa dikatakan serupa tetapi tidak sama. Lawak merupakan akar komedi asli Indonesia yang dirintis oleh pelawak-pelawak terdahulu, sedangkan Stand Up Comedi dapat dikatakan sebagai komedi impor.

BACA JUGA:

Materi Stand Up Comedy di Amerika yang umumnya menonjolkan unsur rasisme, tidak sesuai apabila digunakan di Indonesia. Pasalnya nilai-nilai kehidupan yang ada di Indonesia pun berbeda dengan apa yang ada di Amerika. Indonesia yang memiliki lebih beragam kultur dan budayanya lebih rentan mengalamai disintegrasi bangsa, sehingga unsur-unsur rasisme dianggap unsur yang sensitif oleh masyarakat. Bahkan, tidak jarang meja hijau menjadi urusan bagi para pelaku isu SARA.

Di Indonesia terdapat sederet Komika yang sempat terjerumus dalam permasalahan isu bernuansa SARA.

Sejumlah komika terserempet isu bernuansa SARA (Suku Agama, Ras, dan Antargolongan). Penyebabnya beragam. Ada yang karena membuat pernyataan di media sosial yang dinilai sensitif, dan ada pula karena mengeluarkan banyolan yang dianggap menyinggung salah satu agama.

Rizky Firdaus Wijaksana atau sering disapa Uus dianggap mendiskreditkan umat Islam melalui cuitan di akun Twitternya. Cuitan Uus di Twitter dianggap mengejek Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, yang berujung dengan cap ‘pendukung penista’ yang dilontarkan para netizen padanya. Bahkan, kabarnya semenjak kasus tersebut, ia mengalami banyak pemutusan kontrak dengan berbagai stasiun televisi dan brand yang awalnya sudah ingin bekerja sama dengannya.

Ernest Prakasa pun mengalami hal yang hampir serupa dengan Uus. Komentarnya di salah satu media sosial dianggap tidak benar, terkait kehadiran ulama asal India, Zakir Naik yang sedang bersafari ke Indonesia.

BACA JUGA: YouTube Berikan Sanksi Logan Paul Si Pembuat Video Bunuh Diri

Ernest sempat menuliskan di akun Twitter-nya bersamaan dengan pencatutan sebuah media besar di Amerika, yang menganggap bahwa Dr Zakir Naik adalah salah satu pendana terorisme. Ia akhirnya meminta maaf kepada netizen dan masyarakat Indonesia atas kesalahannya yang ia anggap kurang melakukan verifikasi mendalam terkait pemberitaan mengenai Zakir Naik.

Selain itu, ada juga Ge Pamungkas yang dinilai telah melecehkan agama Islam dengan melakukan aksi komedinya dengan membawakan materi gerakan orang yang tengah melakukan sholat, dan membawa-bawa musibah yang dianggap bukan salah satu bentuk cinta dari Tuhan. Aksi komika tunggal ini dilakukan dalam acara promosi sebuah film.

Tak lama, Joshua Suherman pun menyusul terkait dugaan penodaan agama dengan membawakan materi komedi yang mengatakan umat Islam di Indonesia sebagai mayoritaas tidak bisa dikalahkan. Ketua Umum Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Rahmat Himran telah melaporkan pria yang akrab disapa Joshua ini ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Baca juga artikel menarik lain terkait entertaintment atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Comments

comments