Terkait LGBT, Dimana Posisi DPR?

1
89
dpr membahas uu lgbt
Rapat Paripurna DPR membahas UU LGBT (Foto: Tirto)

Kabarnesia.com – Indonesia sedang dilanda krisis millenium yang banyak menyangkut isu agama, ras, politik bahkan hak seorang manusia yang juga ikut dipertanyakan.

Salah satunya adalah isu LGBT. Isu ini masih terbilang sangat sensitif dan tabu di Indonesia karena tidak sesuai dengan ajaran agama dan nilai-nilai pancasila.

Tidak hanya dikalangan masyarakat, bahkan polemik LGBT telah sampai di kalangan elit politik, seperti DPR. Banyak yang sangat menyayangkan jika isu sensitif ini bisa mempengaruhi pejabat yang mewakili rakyat.

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Setidaknya ada lima fraksi di DPR RI yang disebut-sebut setuju untuk melegalkan aksi LGBT. Hal tersebut sangat mengejutkan bagi banyak kalangan. Salah satunya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

“Saya kaget sekali berita itu. LGBT itu sesuatu yang sama sekali tidak ditoleransi agama apapun. Apalagi agama Islam,” kata dia, usai menghadiri Tanwir I Aisyiyah, di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (20/1).

BACA JUGA:

Apapun alasannya, lanjut dia, semua agama tidak menoleransi tindakan perilaku LGBT.

Bahkan dengan tegas ia mengatakan bahwa sudah menjadi kesepakatan positif antar sesama warga Indonesia untuk tidak menghalalkan LGBT.

Tetapi tidak dengan Partai Demokrat yang membantah ada kata sepakat dan setuju untuk LGBT dari lima fraksi DPR yang dituding.

Ketika ditanya mengenai partainya, politisi Partai Demokrat Syariefuddin Hasan mengatakan, partai demokrat sendiri tidak pernah setuju ada LGBT di Indonesia karena dianggap telah meresahkan banyak warga dan harus ditolak keberadaannya.

rapat terkait lgbt
Suasana Raker Komisi 1 DPR, Kominfo, dan KPI Pusat rapat terkait promosi LGBT, Maret 2016 (Foto: Google)

Ketika isu ini mencuat, ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menemui Buya Syafii Maarif akhir pekan kemarin. Bamsoet mengaku mendapat ceramah agar tidak melegalkan LGBT.

Ketua DPR juga bersumpah akan meninggalkan jabatannya apabila ia terlibat dalam pelegalan undang-undang LGBT. Buya Syafii juga meminta agar Bamsoet yang baru dilantik sebagai Ketua DPR untuk mengembalikan DPR menjadi lembaga bersih dan terhormat.

Transparansi pergerakan LGBT memang terlihat sangat jelas dan tidak ditutup-tutupi lagi. Berawal dari acara ILC (Indonesia Lawyer Club) yang dalam diskusinya berdebat mengenai keberadaan LGBT di Indonesia dan hak-hak para pencinta sesama gender.

Tanpa disadari pergerakan tersebut telah masuk ke Indonesia dengan cepat melalui media sosial dan sekarang masuk ke lembaga tertinggi di Indonesia. Tak ayal, bisa saja undang-undang LGBT akan segera terlaksana dengan ‘sedikit’ uang dan kekuasaan.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait LGBT atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Comments

comments