Dari Gerobak, Uap, Online, Revolusi Industri Transportasi Apa Selanjutnya?

0
156
Revolusi Industri Transportasi Setelah Online
Potret kemacetan akibat menumpuknya kendaraan di ruas-ruas jalan Jakarta (Foto: Revolusi Inovasi)

Kabarnesia.com – Revolusi industri bermula di Britania Raya pada periode 1750-1850. Merupakan bentuk perubahan yang terjadi secara besar-besaran di bidang pertanian, pertambangan, transportasi, manufaktur, dan teknologi.

Munculnya revolusi ini didorong oleh perkembangan ilmu pengetahuan pada abad 16 yang ditandai dengan hadirnya berbagai ilmuwan ternama disertai pengembangan riset dan penelitian.

Pada abad ke-18, perubahan dalam penggunaan tenaga kerja di Inggris menjadi awal mula terjadinya revolusi industri. Penggunaan tenaga hewan dan manusia digantikan oleh penggunaan mesin yang berbasis manufaktur. Penerapan penggunaan mesin tersebut  pertama kali dilakukan dalam mekanisme industri tekstil, pengembangan teknik pembuatan besi, dan peningkatan penggunaan batubara.

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Dalam hal ini, jalan raya dan rel kereta api turut mengalami perbaikan sebagai alat untuk memperluas perdagangan. Perekonomian masyarakat yang mengalami peralihan dari pertanian ke manufaktur, menjadi pemicu perpindahan penduduk berskala besar dari desa ke kota, dan menyebabkan populasi di berbagai kota besar di Inggris membengkak.

Dalam masa revolusi Industri, industri transportasi turut berkembang secara pesat. Pendistribusian bahan mentah serta barang-barang jadi sudah tidak lagi menggunakan transportasi semacam gerobak yang ditarik kuda, dan lewat sungai menggunakan perahu yang digerakkan secara manual.

Ilustrasi kapal uap yang beroperasi tahun 1800-an
Ilustrasi kapal uap yang beroperasi tahun 1800-an (Ilustrasi: Suara Pembaruan)

Di awal 1800an, seorang warga Amerika Robert Fulton membuat kapal uap untuk pertama kali. Pada pertengahan abad ke-19, kapal uap tersebut berhasil membawa kargo melewati Atlantik.

Bersamaan dengan itu, kereta uap juga muncul dan telah digunakan oleh masyarakat untuk mendistribusikan barang. Kehadiran kereta uap membuat insinyur asal Inggris Richard Trevithuck membangun rel kereta api uap pertama. Pada tahun 1850, Inggris telah mempunyai lebih dari 6000 mil rel kereta.

BACA JUGA:

Adanya penemuan moda transportasi yang makin sempurna dan lancar, membuat dinamika kehidupan masyarakat makin meningkat.

Pada tahun 2010, di Indonesia telah hadir sebuah perusahaan teknologi bernama GO-JEK sebagai bentuk revolusi industri dalam jasa transportasi. Namun, peluncuran aplikasi mobile GO-JEK baru dilakukan pada tahun 2015.

GO-JEK ini didirikan oleh Nadiem Makarim, dan merupakan perusahaan berbasis online yang melayani angkutan melalui jasa ojek. Kehadiran GO-JEK ini ternyata mampu merubah pola hidup masyarakat dalam menggunakan transportasi umum.

Kemudahan dalam mengakses yang ditawarkan serta harga yang terjangkau membuat masyarakat sangat mendambakan transportasi online ini. Bahkan hingga sempat menuai konflik dengan transportasi konvensional yang mengaku sepi penumpang akibat munculnya GO-JEK tersebut.

Go-Jek, transportasi online berbasis aplikasi asli Indonesia
Go-Jek, transportasi online berbasis aplikasi asli Indonesia (Foto: Marketeers)

Dengan memiliki beberapa keunggulan, maka sudah sepantasnya transportasi online menjadi kendaraan yang digunakan oleh banyak kalangan masyarakat. Chief Executive Officer (CEO) GO-JEK Nadiem Makarim mengaku, semenjak peluncuran aplikasi mobile GO-JEK, order yang diterima perusahaannya telah melonjak naik sepuluh kali lipat dari biasanya.

Kemajuan alat transportasi online ini ternyata mampu membuat berbagai investor berdatangan. Baru-baru ini Alphabet (induk perusahaan Google) serta beberapa rekan akan berinvestasi kepada GO-JEK senilai US$1,2 miliar atau setara dengan Rp16 triliun (dengan asumsi kurs US$1 = Rp13.300).

BACA JUGA: Ingin Tahu Bagaimana Cara India Salip Perekonomian Cina?

Dengan pendanaan yang luar biasa dari Google, diperkirakan GO-JEK akan menduduki tingkat paling atas dalam persaingan dengan Grab dan Uber. Selain Google, investor asal Singapura, Temasek Holdings, KKR & Co, Warburg Pincus LLC dan platform online China Meituan-Dianping pun turut berpartisipasi dalam suntikan dana tersebut. Namun, hingga saat ini belum diketahui berapa besar suntikan dana dari masing-masing investor.

Dengan demikian, bisa dikatakan GO-JEK berhasil merevolusi industri transportasi ojek. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi mobile, fitur yang ditawarkan GO-JEK pun sangat beragam mulai dari pengiriman barang, pesan antar makanan, hingga berbelanja dan berpergian di tengah kemacetan.

Dana suntikan yang besar serta peminat yang tinggi menjadi potensi kemajuan GO-JEK hingga di masa yang akan datang. Namun, kita masih menantikan, setelah transportasi online, apa?

Baca juga artikel menarik lainnya terkait ekonomi atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Comments

comments