Inilah Tempat yang Cocok Untuk Menyaksikan Gerhana Bulan di Jakarta

0
52
Pemprov DKI Jakarta sediakan tempat melihat gerhana bulan total (Ilustrasi: Tribun Jogja)

Kabarnesia.com – Peristiwa langka ‘Super Blue Blood Moon’ akan menghampiri Indonesia pada tanggal 31 Januari nanti. Beruntungnya Indonesia menjadi salah satu lokasi terbaik untuk mengamati peristiwa ini. Hal ini pastinya sangat di nanti-nantikan oleh masyarakat yang ada di Indonesia.

Untuk Anda yang berada di Jakarta tidak usah risau, pasalnya Pemprov DKI Jakarta membuka beberapa titik secara umum untuk menyanyaksikan fenomena tersebut.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Senin (29/1), di Jakarta memaparkan, untuk melihat gerhana bulan total ini masyarakat tidak memerlukan alat bantu khusus, karena dinilai tidak memiliki dampak yang berbahaya bagi mata.

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Bagi Anda yang berniat berpergian ke luar rumah untuk menyaksikan peristiwa tersebut, harus memperhatikan akan waktu terjadinya gerhana bulan total. Dwi juga menjelaskan bahwa gerhana bulan total akan mulai pada 18.48 WIB dan berakhir pada 22.11 WIB dimana puncak gerhana bulan total akan terjadi pada 20.29 WIB.

Tahapan gerhana bulan total
Tahapan gerhana bulan total (Ilustrasi: Tribunnews)

Proses gerhana ini terbagi dalam tiga tahap, yaitu tahap gerhana parsial, gerhana total, dan gerhana parsial. Jika diakumulasikan seluruhnya maka proses gerhana berlangsung sekitar empat jam. Adapun tahap-tahap gerhana bulan ini dalam Waktu Indonesia Bagian Barat, adalah sebagai berikut.

  1. Awal gerhana parsial terjadi pada 18.48 WIB

2. Awal gerhana total terjadi pada 19.52 WIB

3. Puncak gerhana terjadi pada 20.29 WIB

4. Akhir totalitas terjadi pada 21.08 WIB

5. Akhir gerhana terjadi pada parsial 22.11 WIB.

BACA JUGA:

Peristiwa ‘Super Blue Blood Moon‘ disebut langka oleh Badan Antariksa AS ( NASA) karena gerhana bulan total terjadi berbarengan dengan peristiwa ‘Supermoon‘ dan ‘Blue Moon‘.

Supermoon’ merupakan isiltilah yang dipakai para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan bumi, yaitu dengan jarak 358.994 kilometer dari bumi, lebih dekat dari jarak rata-ratanya, yang mencapai 384.400 kilometer.

Sedangkan ‘Blue Moon’ adalah istilah yang digunakan untuk menandakan bulan purnama kedua dalam sebulan ini.

 Jadi, ‘Super Blue Blood Moon’ adalah gerhana bulan total yang terjadi saat posisi bulan berada di jarak yang paling dekat dengan bumi dan muncul secara penuh (purnama). Peristiwa ‘Super Blue Blood Moon’ dianggap langka karena terakhir terjadi sejak 150 tahun lalu.

Bagi kamu yang bingung ingin melihat di mana peristiwa tersebut, tidak usah khawatir. Dalam cuitan @DKIJakarta di akun Twitter-nya, Pemprov DKI Jakarta membuka secara umum beberapa titik peneropongan, diantaranya:

1. Plaza teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki
2. Tugu Monas
3. Setu Babakan
4. Taman Fatahillah
5. Kepulauan seribu
6. Anjungan DKI Jakarta dan Graha Wisata TMII
7. Taman Impian jaya Ancol

Untuk di Tugu Monas, demi menciptakan keamanan dan kenyamanan pengunjung yang dapat melihat kolase pergerakan gerhana bulan dibatasi dengan kuantitas sebanyak 500 orang.

Selain itu, BMKG juga menyebutkan beberapa tempat lain yang ideal untuk melakukan pengamatan. “Ada beberapa lokasi ideal untuk pengamatan fenomena super blue blood moon, seperti Observatorium Bosscha, Pulau Seribu, Ancol, Planetarium Jakarta, TMII, Museum Fatahilah, Situ Babakan, Kampung Betawi dan Bukittinggi,” ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Unik atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Comments

comments