Episode Terbaru Drama E-KTP: SBY Versus Setya Novanto

1
33
Susilo Bambang Yudhoyono terseret kasus e-KTP
Susilo Bambang Yudhoyono terseret kasus e-KTP (Foto: Kompas)

Kabarnesia.com – Melelahkan. Mungkin kata-kata inilah yang akan keluar dari pikiran warga Indonesia, jika ditanyakan pendapat mereka mengenai kasus korupsi e-KTP.

Bukan hanya kasusnya yang tampak berbelit-belit, tapi juga menyangkut banyak politisi dan kalangan atas inilah yang membuat warga Indonesia keheranan.

“Tega sekali makan uang rakyat! Tidak cukupkah gaji yang selama ini mereka dapatkan?” Kira-kira seperti itulah kemarahan warga Indonesia.

Drama kejar-kejaran Setya Novanto memang sudah usai ditandai dengan tiang listrik yang jadi ‘pemeran pembantu’ dan langsung naik daun.

Tapi, entah drama yang sudah episode berapa ini, muncul lagi tokoh baru yang sepertinya sudah tidak asing, dan fotonya pernah terpampang di depan ruang kelas saat sekolah.

Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia ini akhirnya ikut terseret dalam kasus e-KTP sejak namanya disebut oleh Mirwan Amir dan Firman Wijaya.

Mirwan Amir adalah salah satu mantan politisi Partai Demokrat dan merupakan mantan pimpinan Banggar DPR. Sedangkan, Firman Wijaya adalah pengacara dari ‘pemain utama’ drama ini, Setya Novanto.

BACA JUGA: Ini Dia Penyebab Media Sosial Najwa Shihab Dibanjiri Komentar Sindiran

Ada Apa Dengan Tiga Orang Ini?

SBY pertama kali muncul saat Mirwan Amir memberikan kesaksian di sidang e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto.

Dalam persidangan yang diselenggarakan pada Kamis 25 Januari 2018 lalu itu, pengacara Setya Novanto pun sempat bertanya kepada saksi Mirwan Amir, terkait apakah proyek e-KTP ada kaitannya dengan pemenangan Pemilu 2009.

SBY telah disebut-sebut namanya sebagai orang yang  bertanggung jawab dari pemegang pemerintahan tahun 2011, saat proyek pengadaan e-KTP akan dijalankan.

Mirwan mengaku menyampaikan kepada SBY yang saat itu masih menjabat Presiden RI bahwa proyek e-KTP bermasalah. Namun, SBY disebut-sebut tetap merestui.

Tapi, SBY terang-terangan mengelak dan mengatakan bahwa itu adalah sebuah fitnah dan pencemaran nama baik. SBY mengatakan, pernyataan Mirwan Amir, bahwa ada intervensi oleh partai pemenang Pemilu 2009 atas proyek e-KTP adalah tidak benar.

SBY menuturkan, pernyataan Firman di hadapan pers, yang menudingnya sebagai aktor di balik kasus korupsi terbesar itu telah dibuat skenarionya sedemikian rupa.

Bahkan, kata SBY hingga akhir jabatannya sebagai presiden, ia tak pernah mendapat laporan terkait adanya skandal korupsi e-KTP.

BACA JUGA: Lebih Baik Mana, 100 Hari Ahok atau Anies?

Pemfitnah dan yang Difitnah

SBY tidak terima namanya diseret dalam kasus itu. “Saya akan lakukan jihad untuk sebuah keadilan,” tegas SBY di DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/2).

Tidak didampingi oleh kuasa hukum atau orang penting lainnya dari partai Demokrat, SBY memilih untuk ditemani sang istri.

Dan akhirnya tiba di Gedung Bareskrim Polri sekitar pukul 16.45 WIB. Ketua Umum Partai Demokrat itu mengatakan, pengaduan kepada Polri yang disampaikannya sebagai seorang warga negara.

Jika pengaduannya kalah kali ini, SBY menilai ada konspirasi besar di balik pengusutan kasus tersebut. Namun, dia tak ingin ambil pusing dan berharap menjadi catatan sejarah.

“Saya bisa kalah, kalau yang saya hadapi ini sebuah konspirasi besar, apakah bagian kekuasaan, money power atau uang. Kalau saya kalah paling tidak sejarah mencatat SBY cari keadilan dan warga negara itu kalah. Itulah jihad saya,” ujarnya.

Sementara itu, tidak ada komentar lebih lanjut dari pengacara Setya Novanto yang dilaporkan SBY sebagai pencemaran nama baik dan fitnah.

BACA JUGA: Drama Fredrich: Pecinta Kemewahan, Penghalang Kasus

Lalu, bagaimanakah kelanjutan ‘sinetron’ yang skenarionya dan ceritanya memakan uang rakyat Indonesia ini? Adakah tokoh-tokoh penting lainnya yang akan terseret setelah SBY?

Siapakah yang sebenarnya mengatakan kebenaran? SBY yang merasa terfitnah atau Firman Wijaya yang ‘kebelet’ mau mengeluarkan Setya Novanto dari penjara?

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Politik atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.