Misteri Tanjakan Emen yang Kerap Memakan Korban

0
166
misteri tanjakan emen
Di balik curamnya jalan, Tanjakan Emen menyimpan berbagai misteri cerita rakyat (Foto: CNN Indoneisa)

Kabarnesia.com – Tanjakan Emen yang berada di Kampung Cicenang, Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang dianggap sebagai tempat yang rawan kecelakaan, konon memiliki cerita mistis dibalik namanya.

Menurut sejarah yang beredar pada warga setempat, nama Tanjakan Emen berasal dari nama supir angkutan umum jurusan Bandung-Subang bernama Emen yang dianggap pemberani, dan amat gandrung merokok saat mengemudi.

Namun di tahun 1960, sopir tersebut dikabarkan mengalami insiden tragis di tanjakan yang kini dianggap angker tersebut. Angkutan Umum yang dikendarainya terguling dan terbakar. Emen pun ikut terbakar dalam kendaraannya. Menurut berita yang dari mulut ke mulut warga sekitar, jasad Emen tidak dikubur, hanya ditaruh dalam semak-semak belukar.

Semenjak kejadian itu, muncul mitos yang cukup menyeramkan di masyarakat sekitar, yang beranggapan bahwa setiap tahun tanjakan tersebut menelan korban jiwa. Hal itu juga diyakini adalah arwah Emen yang bergentayangan dan kerap mengganggu pengemudi yang lewat. Sejak itulah tanjakan itu dinamakan Tanjakan Emen.

Beberapa kejadian aneh pernah dialami oleh sebagian sopir yang melewati jalur ini, seperti rem blong, bus tergelincir, kendaraan terperosok ke jurang, mobil tiba-tiba mogok, bahkan hingga membuat supir atau penumpang kendaraan bermotor mengalami kesurupan.

Untuk menghindari gangguan biasanya para pengemudi menyalakan klaksonnya sebagai bentuk penghormatan kepada arwah penjaga Tanjakan Emen, dan sebagai tanda kepada pengemudi lain agar selalu berhati-hati saat berada di Tanjakan Emen. Selain itu, untuk menghindari nasib sial, banyak juga sopir yang menyalakan rokok dan membuang puntungnya yang menyala ke pinggir jalan saat melintasi Tanjakan Emen.

Kondisi jalan di Tanjakan Emen memang terbilang curam sejak dulu. Jalan yang mempunyai panjang 3 kilometer tersebut memiliki tingkat kemiringan hingga 45-50 derajat. Hal ini membuat pengemudi kerap merasa enak meluncur dari arah Tangkuban Parahu. Sebaliknya, pengendara sangat berat jika menanjak dari arah Ciater.

Sejak tahun 2000-an, terdapat beberapa insiden tragis hingga menimbulkan korban jiwa. Berikut daftar kecelakaan yang pernah terjadi di Tanjakan Emen, seperti dilansir dari berbagai sumber.

Kondisi jalan Tanjakan Emen
Kondisi jalan Tanjakan Emen yang curam dan berkelok (Foto: Sindonews)

November 2004, 3 tewas

Medan berat di rasakan oleh rombongan bus pariwisata asal Jakarta yang bernasib kurang beruntung di Tanjakan Emen. Setelah pulang dari arah Bandung, sopir bus tidak kuasa mengendalikan bus dan tergelincir, kemudian terbalik. Diduga bus mengalami rem blong yang mengakibatkan tiga orang tewas dan belasan luka-luka.

September 2009, 7 tewas

Kondisi Tanjakan Emen yang curam turut dirasakan warga Buaran, Serpong, Tangerang Selatan. Bus Parahyangan yang berisikan 41 orang berniat berwisata ke Tangkuban Parahu. Namun nahas, ketika pulang bus mengalami rem blong. Sempat menabrak sebuah mobil dan terguling beberapa kali. Tujuh korban warga Serpong itu tewas sementara belasan lainnya luka berat.

BACA JUGA:

Oktober 2011, 3 tewas

Minibus pariwisata yang membawa wisatawan asal Belgia mengalami insiden tragis. Menurut pernyataan saksi mata, minibus sempat melaju kencang dari arah Tangkuban Perahu, kemudian minibus oleng dan menabrak tebing. Tiga penumpang langsung tewas di tempat dan sembilan orang mengalami luka berat.

Oktober 2012, 4 tewas

Rombongan bus Dian Mitra yang hendak menuju Ciater membawa sekitar 20 wisatawan asal Taiwan mengalami kecelakaan. Sekitar pukul 11:20, bus menabrak motor sehingga membuat bus oleng dan menabrak tebing dan terguling menutupi jalan. Dalam kejadian ini sebanyak tiga orang asing dan seorang pemandu wisata langsung meninggal. Dan 26 Korban lainnya mengalami luka-luka yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Juni 2014, 9 tewas

Rombongan SMA Al Huda, Cengkareng, Jakarta Barat mengalami kecelakaan di Tanjakan Emen setelah bus yang mereka tumpangi terguling. Sebanyak 9 orang yang terdiri dari guru dan murid tewas.

Februari 2018, 27 tewas

Rombongan Bus yang membawa wisatawan anggota Koperasi Simpan Pinjam dari Tangerang Selatan mengalami kecelakaan tragis. Para wisatawan ini baru saja meninggalkan wisata kawah Gunung Tangkuban Parahu di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, untuk kembali pulang ke Tangerang Selatan. Namun saat melintas turunan panjang dan berkelok, bus tidak terkendali karena diduga rem blong dan menabrak sepeda motor. Bus kemudian menabrak tebing sebelah kiri jalan dan terguling di bahu jalan. Insiden ini menyebabkan 27 penumpang tewas dan belasan lainnya luka-luka.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Peristiwa atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Comments

comments