Kisah Zuma yang Tak Rela Lepas Jabatan Presiden Karena Korupsi

1
112
Jacob Zuma, Presiden Afrika Selatan dituduh korupsi
Jacob Zuma, Presiden Afrika Selatan dituduh korupsi (Foto: Premium Times)
obat kuat,libion,libiceng,phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Kabarnesia.com – Presiden Afirika Selatan, Jacob Zuma akhirnya mengundurkan diri dari kursi kepresidenan, Rabu (14/2), setelah menjabat dari tahun 2009,  setelah berhari-hari menentang perintah dari Kongres Nasional Afrika.

Pengumuman pengunduran diri tersebut diumumkan meski awalnya ia menolak untuk mengundurkan diri. Bahkan ketika partainya memilih untuk sama-sama bungkam.

Dalam pidatonya di televisi pada Rabu (14/2) malam, pria berusia 75 tahun tersebut mengatakan bahwa dia adalah anggota disiplin ANC (African National Congress), yang telah mengabdikan hidupnya.

“Saya tidak takut akan ketidakpercayaan atau kecurigaan (rakyat). Saya akan terus melayani rakyat Afrika Selatan dan ANC. Saya akan mendedikasikan hidup saya untuk terus bekerja demi pelaksanaan kebijakan organisasi kami,” kata Zuma.

“Tidak ada kehidupan yang hilang dalam nama saya. ANC seharusnya tidak pernah terpecah belah atas nama saya. Oleh karena itu saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Presiden Afrika Selatan,” tambahnya.

Pada hari Rabu (14/2) pagi, anggota parlemen ANC bertemu dan setuju untuk mendukung gerakan Pejuang Kebebasan Ekonomi dan memberikan ‘no-confidence vote’. 

No confidence vote adalah sebuah pernyataan atau suara yang menyatakan bahwa seseorang yang berada dalam posisi tanggung jawab (pemerintah, manajerial, dan lain-lain) tidak lagi dianggap layak untuk memegang jabatan tersebut, mungkin karena mereka tidak memadai dalam beberapa hal, atau gagal melaksanakan kewajiban.

Tak lama setelah pertemuan anggota ANC, Zuma yang menentang pengunduran diri secara sepihak ini, memberikan sebuah wawancara televisi langsung kepada SABC, di mana dia membela diri dan menolak usaha pimpinan ANC untuk menyingkirkannya dari posisinya.

Zuma mengatakan bahwa dia tidak setuju dengan anggapan bahwa dia harus disingkirkan secara murni dan adil, bukan hanya karena ANC memiliki seorang presiden baru.

Namun, Zuma akhirnya tidak bisa menolak lagi.

BACA JUGA:

Selama Zuma menjabat

Zuma, yang menjabat sebagai presiden negara itu sejak 2009, bergabung dengan ANC pada tahun 1958.

Dia dianggap salah satu pendukung partai, dan telah bertugas selama 10 tahun di Pulau Robben bersama pejuang kemerdekaan Nelson Mandela dan tinggal di pengasingan sebelum kembali ke Afrika Selatan pada tahun 1990.

Meskipun dikenal sebagai operator politik yang cerdik, kepresidenan Zuma ditandai oleh skandal dan tuduhan korupsi, membuatnya menjadi presiden paling kontroversial sejak berakhirnya apartheid.

Tahun lalu, Mahkamah Konstitusi Afrika Selatan memerintahkan Zuma untuk membayar jutaan dolar dana publik yang dihabiskan untuk memperbaiki tempat peristirahatan pribadinya.

Dia juga menghadapi lebih dari 783 tuduhan korupsi berkaitan dengan kesepakatan senjata tahun 1990an. Zuma menyangkal semua tuduhan korupsi terhadapnya. ANC telah mencoba untuk mendorong Zuma keluar selama berbulan-bulan.

BACA JUGA: Norovirus Sambut Olimpiade Musim Dingin yang Dinanti-nanti

Siapakah Penerus Zuma?

Cyril Ramaphosa akan menjadi presiden berikutnya di Afrika Selatan. Ramaphosa, 65, dibesarkan di Soweto, kota berpenduduk Johannesburg yang terkenal miskin. Ia juga seorang anak didik Nelson Mandela.

Dia menjadi salah satu orang terkaya di Afrika Selatan, namun tahun-tahun terberatnya mungkin akan terbentang di depan.

Reputasi bisnis Ramaphosa yang dilansir dari Forbes, Kamis (15/2), diperkirakan kekayaannya sebesar $675 juta, telah membawa stabilitas ekonomi yang sangat dibutuhkan Afrika Selatan.

Karena dia mengambil alih ANC dari Zuma pada bulan Desember, mata uang Afrika Selatan telah menguat dan para pemimpin bisnis lebih optimis mengenai prospek negara tersebut.

Dan bukan hanya politik saja yang perlu dibersihkan. Afrika Selatan juga dilanda oleh tingginya tingkat pengangguran dan pertumbuhan rendah, sementara salah satu kota terbesarnya, Cape Town, kemungkinan akan kehabisan air bersih dalam beberapa minggu ke depan.

Dalam memperbaiki negara tersebut, Ramaphosa pertama-tama harus mempersatukan ANC, yang telah kacau sejak era keemasan pembebasan Mandela dari penjara dan berakhirnya peraturan minoritas oleh kulit putih.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Internasional atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

 

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.