Black Panther, Ulasannya dan Sejarah Untuk Film Anti-Rasis Masa Depan

1
116
film black panther
Film Marvel terbaru, Black Panther (Foto: Gizmodo)

Kabarnesia.com – Film superhero terbaru produksi Marvel, Black Panther, perdana diputar di Indonesia, Rabu (14/2).

Film yang disutradai oleh Ryan Coogler ini merupakan film superhero yang mengusung cerita fiktif dengan latar belakang Afrika. Tidak hanya itu, film Marvel Black Panther, banyak yang menduga bahwa tema revolusioner yang diangkat film ini berdasarkan kondisi momen politik saat ini.

Setelah bertahun-tahun Marvel selalu memproduksi film dengan ciri dan ras Amerika Serikat yang menempel lekat. Kini Marvel berani mengambil resiko untuk membuat film laga dengan ras Afrika.

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Bertempat di Wakanda, sebuah negara fiktif Afrika, Black Panther mengantar penonton ke dunia di mana orang kulit hitam berada di tengah ‘spotlight‘¬†mereka sendiri dan tidak berperan sebagai pemeran pembantu dalam pengembangan karakter protagonis superhero berkulit putih.

Film ini tidak hanya menjadi terobosan dalam menggambarkan Afrika, tapi juga merupakan perintis dalam casting aktor wanita berkulit gelap. Black Panther juga menampilkan aktor keturunan Afrika, seperti aktor Afrika Selatan John Kani, Athandwa Kani, dan Connie Chiume, aktor Meksiko Kenya Lupita Nyong’o, dan aktris Zimbabwe Manai Danai Gurira.

Kevin Feige, presiden Marvel Studios, pertama kali menyadari bahwa “Black Panther” lebih dari sekadar film saat trailer debutnya di Cinemacon. Dan ia tiba-tiba sadar bahwa “Kami melakukan sesuatu yang telah dinantikan banyak orang untuk ditonton,” kata Feige dikutip dari Varety, Kamis (15/2).

Film ini mengambil kesenangan dan kebanggaan yang luar biasa dengan ke-Afrika-annya, mulai kostum dengan kain berpola warna-warni hingga nyanyian tribal dan perrmainan drum di soundtrack ke bahasa Xhosa yang kadang-kadang digunakan tokoh di film itu.

BACA JUGA:

Ulasan Mengenai Black Panther

Dari Rotten Tomatoes sekarang kita akan melihat bahwa Black Panther saat ini memiliki rating yang memuaskan, yaitu sebesar 97 persen, yang berarti itu hampir diakui secara universal.

Ada sejumlah faktor yang membuat film ini lebih menarik dibanding film-film lain dalam franchise Marvel yang lainnya.

Seperti, wanita-wanita yang ada di film ini digambarkan sebagai pejuang kebebasan dan tidak takut dalam menghadapi apapun.

Wakanda dan Panther menjadi simbol sejati bagi mereka yang ditundukkan selama berabad-abad. Penyebab Marvel membuat film politik adalah apa yang dunia butuhkan saat ini dan pesan anti-rasis yang disampaikan melebihi langkah progresif Disney.

Namun, beberapa tanggapan awal terhadap Black Panther menggambarkan perlakuan tidak adil yang sering kita lakukan pada seni dari ras berkulit hitam.

Dan banyak yang berekspektasi tinggi hanya untuk membayangkan bahwa Black Panther tidak hanya akan memperbaiki representasi hitam di media, tapi juga mengubah keadaan politik kita secara radikal.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait film atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.