Nyatanya, Sel Telur Manusia Bisa Hidup Tanpa Rahim

1
80
Sel telur manusia pertama kali dikembangkan di luar rahim
Sel telur manusia pertama kali dikembangkan di luar rahim (Foto: National Geographic)

Kabarnesia.com – Belum ada satu semester dari 2018 yang sudah kita jalani, tetapi berita mengenai teknologi yang berkembang sangat cepat dan pesat, mungkin membuat kita sedikit kaget dan bingung.

Belum ada satu bulan mengenai monyet yang dilahirkan melalui DNA (tanpa ibu) di laboratorium. Belum juga satu bulan ketika kita mendengar cacat telinga bisa tumbuh dengan sendiri lewat teknologi 3D di laboratorium.

Sekarang, muncul berita mengenai sesuatu yang bisa dikembangkan dari teknologi para peneliti lewat laboratorium. Mungkin mendengar hal ini, sebagian dari kita akan tercengang atau sebagiannya lagi mungkin akan senang.

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Untuk pertama kalinya, ilmuwan telah menanam telur manusia hingga matang di laboratorium. Telur yang baru tumbuh belum dibuahi, tapi jika terbukti mampu, kemajuan ini bisa membantu orang yang mengalami ketidaksuburan atau mempertahankan kesuburan setelah melewati sakit kanker.

“Ini bisa mengubah perawatan kesuburan seperti yang kita ketahui,” kata Mindy Christianson, seorang ahli kesuburan di Johns Hopkins University.

Untuk membuat telur, tim yang dipimpin oleh Marie McLaughlin di University of Edinburgh pertama-tama menggunakan biopsi ovarium dari wanita yang menjalani operasi caesar elektif. Jaringan ini kemudian dibedah menjadi strip tipis, masing-masing berisi banyak folikel.

Folikel ovarium adalah struktur selular bundar yang ditemukan dalam ovarium yang berisi telur, atau oosit, yang matang dalam folikel dan akhirnya dilepaskan selama ovulasi atau menstruasi.

Wanita dilahirkan dengan jutaan folikel, tapi jumlahnya menurun menjadi sekitar 400.000 pada masa pubertas. Setiap bulan setelah pubertas, beberapa folikel mulai berkembang dan akhirnya melepaskan telur matang yang mampu dibuahi.

BACA JUGA:

Teknik ini telah dipelopori oleh Profesor Evelyn Telfer dan rekannya di Universitas Edinburgh. Mereka memindahkan sel telur pada tahap awal perkembangannya dan mengembangkannya sampai pada titik di mana mereka siap untuk difertilisasi.

Beberapa telur yang diuji gagal sepanjang perjalanan, tetapi sebagian kecil lainnya terus berkembang menjadi keadaan matang sepenuhnya. Peneliti bisa mengetahui telur-telur ini siap dibuahi karena mereka telah mengalami tahap kunci pembelahan sel, di mana jumlah kromosom terbagi dua.

Hasil akhirnya adalah sel telur besar dengan 23 kromosom yang tidak berpasangan dan siap digabungkan dengan sel sperma .

Para ilmuwan sebelumnnya telah mengembangkan telur tikus untuk menghasilkan keturunan hidup, namun memakan waktu dua dekade untuk melewati banyak tantangan dengan mereplikasi proses yang sama pada manusia.

Pakar yang tidak terlibat langsung dalam penelitian ini memuji hal itu sebagai hal yang penting, namun juga mengingatkan bahwa masih banyak yang harus dilakukan sebelum telur manusia yang tumbuh dengan matang dapat disiapkan untuk dibuahi dengan sperma.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Unik atau informasi terkini di Kabarnesia.

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.