Sampai Kapankah Jakmania Bisa Bersuka Cita?

0
57
Jakmania
Suporter setia Persija Jakarta, Jakmania (Foto: Wajahbekasi)

Kabarnesia.com – Kemenangan Persija Jakarta pada perhelatan Piala Presiden 2018 menjadi suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh suporter setianya, yaitu Jakmania. Sebab, mereka terakhir kali menikmati momen di mana Persija mengangkat piala terjadi pada tanggal 7 Oktober 2001 silam.

Penantian panjang dirasakan para Jakmania, rindu yang amat sangat turut menghampiri. Lebih dari dua windu Persija Jakarta mengalami puasa berdiri di podium juara. Namun, meski begitu penantian itu terjawab di tahun 2018, di mana Persija berhasil menjuarai kompetisi Piala Presiden.

Di tahun 2002-2003 Persija hanya mampu menduduki peringkat 8 besar Liga Indonesia. Pada tahun 2004 keadaan semakin membaik, meski tidak menjuarai, tapi mampu menempati urutan ke 3 yang mengembalikan nama baik Persija sebagai klub papan atas Liga Indonesia.

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Kondisi ini ternyata menambah antusiasme masyarakat dalam mendukung klub sepak bola lokal, terbukti dengan jumlah anggota Jakmania yang kala itu telah menembus hingga 100 ribu orang. Tahun 2005, Persija kembali menunjukkan taringnya. Tim yang dinahkodai  Arcan Lurie berhasil mencapai laga puncak bertemu dengan Arema FC yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Namun sangat disayangkan, di laga tersebut Persija tidak bisa memenangi pertandingan. Puluhan ribu Jakmania yang hadir dilanda kecewa, tim kesayangannya takluk dengan skor 3-4. Kenangan tahun 2001 yang selalu terngiang ternyata gagal untuk diulang. Setelah itu, pada 2006-2007, kualitas Persija menurun. Macan Kemayoran hanya mampu bersarang pada peringkat 8 besar.

Arema juara
Arema FC juara Liga Indonesia 2005 mengalahkan Persija Jakarta (Foto: Wearearema)

Tahun 2008-2014, kompetisi sepakbola telah berganti nama menjadi Indonesia Super League (ISL). Namun cita-cita untuk menjadi juara hanya menjadi angan-angan belaka. Selama ISL digelar, Prestasi terbaik yang diraih Persija hanya menduduki peringkat ke 3 di tahun 2010-2011.

Kisah haru mulai bermunculan saat keluar kebijakan Pemprov DKI terkait larangan penggunaan dana APBD untuk membiayai klub lokal seperti Persija. Fery Paulus kala itu mengambil alih kendali kepengurusan. Berita-berita krisis finansial pada klub Persija mulai merajalela di berbagai media massa.

Tahun 2015, Rahmad Darmawan masuk menjadi pelatih Persija dan diyakini bisa mengembalikan kejayaan klub. Namun malang tidak dapat ditolak, konflik antara Menpora dengan PSSI mencuat hingga mengakibatkan kompetisi kasta tertinggi terhenti. The Jakmania seperti kehilangan separuh nyawa, karena tidak bisa melihat tim kebanggaannya bertanding atau sekedar berlatih.

BACA JUGA: 

Terhentinya ISL 2015 membuat krisis finansial kembali timbul pada klub Persija. Para pemain dan ofisial secara terpakasa tidak menerima gaji dalam jangka waktu empat bulan, yakni dari Januari – April 2015. Para The Jakmania harus rela melihat beberapa pemain unggulannya mulai meninggalkan Persija, seperti Greg Nwokolo, Abduh Lestaluhu, hingga Adam Alis. Tak hanya pemain, sponsor yang diharapkan turut menyokong kemajuan klub justru ikut menarik diri karena tidak ada kompetisi yang dilakoni.

Setelah vakum beberapa bulan, manajemen Persija Jakarta berkomitmen mengikuti Piala Presiden yang digelar pada pertengahan 2015, tepatnya 30 Agustus. Kabar tersebut memunculkan sedikit senyum pada raut wajah The Jakmania, yang akhirnya bisa melihat Persija berlatih. Namun demikian, para pemain belum seutuhnya mengikuti, hanya terlihat sembilan pemain pada sesi latihan perdana (18/8) tiga tahun lalu, di lapangan Yon Zikon 13 TNI AD, Jakarta Selatan.

Karena telah lama menantikan, para The Jakmania sangat antusias melihat tim kesayangannya berlatih kembali dengan penuh semangat. Pada sesi latihan ke-2 dan ke-3 para pemain mulai kembali berdatangan, dan di sesi latihan ke-4 pada (22/8) kala itu, para pemain telah bergabung secara keseluruhan. Namun pada akhirnya masih belum sesuai dengan apa yang diharapkan, Persija Jakarta belum mampu untuk menjuarai Piala Presiden di tahun itu.

Setelah hampir satu tahun, kompetisi sepakbola kembali digelar dengan nama Indonesia Soccer Championship (ISC) yang kemudian berubah nama menjadi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. Meski kompetisi ini disambut baik oleh para pemain dan suporter Persija, namun skuat Macan Kemayoran justru menorehkan prestasi buruk, dengan bersandar pada peringkat 14 di penghujung kompetisi.

Persija Jakarta menjuarai kompetisi Boost Sportfix Super Cup di Malaysia
Persija Jakarta menjuarai kompetisi Boost Sportfix Super Cup di Malaysia (Foto: Mauberita)

Tahun 2017, terdapat peningkatan yang signifikan. Meski tidak menjuarai kompetisi liga 1, Persija mampu berdiri di posisi 4. Nampaknya kualitas persija semakin membaik, di awal tahun 2018 persija berhasil menjadi juara 1 Boost Sport Fix Super Cup yang diselenggarakan di Malaysia. Hal ini disambut suka cita para The Jakmania. Meski ajang ini tidak terlalu bergengsi, namun menandakan titik balik kemajuan Persija Jakarta.

Tak berselang lama, masih di awal tahun 2018 Persija melakoni kompetisi pra musim, yaitu Piala Presiden. Antusiasme para Jakmania selama kompetisi berlangsung yang selalu menemani Persija berlaga dimanapun berada ternyata tak sia-sia. Penantian panjang yang mencapai dua windu lebih itu kini terjawab. Puluhan Ribu Jakmania yang hadir pada (17/2) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) bisa menyaksikan langsung tim  kesayangannya berdiri di atas podium juara sambil mengangkat piala. Suara nyanyian kemenangan terdengar dengan lantang dari para suporter yang penuh semangat.

Pada laga puncak Piala Presiden, Persija mampu mengalahkan Bali United dengan skor telak, tiga gol tanpa balas. Marko Simic menjadi pahlawan dengan mencetak dua gol dan berhasil membawa Persija unggul hingga turun minum. Di babak kedua, Novri ikut menambah keunggulan dengan menyumbangkan satu gol.

Persija Jakarta juara Piala Presiden 2018
Persija Jakarta juara Piala Presiden 2018 (Foto: Tribunnews)

Seusai penyerahan trofi, para pemain persija melakukan victory lap. Hal itu ternyata disambut suka cita oleh para Jakmania. Keadaan bertambah meriah ketika para suporter turut merayakan kemenangan di tengah lapangan bersama para pemain. Sehari setelah itu, kemenangan masih tetap dirayakan dengan melakukan pawai dari SUGBK hingga ke Balaikota Jakarta yang diikuti oleh puluhan ribu Jakmania.

Di kala pesta juara itu, masih ada pertanyaan yang terselip di dalamnya, sampai kapankah Jakmania bisa bersuka cita?

Baca juga artikel menarik lainnya terkait olahraga atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Comments

comments