Pertama di Asia, Indonesia Berhasil Jual 1,25 Miliar Dollar Green Bond

1
83
Indonesia berhasil jual Green Bond di Asia
Indonesia berhasil jual Green Bond di Asia (Foto: Morrocow World News)
obat kuat,libion,libiceng,phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Kabarnesia.com –¬†Perubahan iklim mempengaruhi kita semua. Tapi diperkirakan akan memukul keras negara-negara berkembang seperti Indonesia. Efek potensinya terhadap suhu, pola curah hujan, permukaan laut, dan frekuensi bencana terkait cuaca menimbulkan risiko untuk pertanian, makanan, dan persediaan air.

Yang dipertaruhkan adalah perang melawan kemiskinan, kelaparan dan penyakit, dan kehidupan dan mata pencaharian orang-orang di negara-negara berkembang.

Menangani tantangan besar ini harus melibatkan kedua mitigasi, yaitu sebuah cara menghindari penyesuaian yang tidak dapat diatur dan adaptasi untuk mengelola hal yang tidak dapat dihindari dan semuanya sambil mempertahankan fokus pada dimensi sosial yang sedang berputar.

Pada tahun 2008, Bank Dunia meluncurkan “Kerangka Strategis untuk Pembangunan dan Perubahan Iklim” untuk membantu merangsang dan mengkoordinasikan kegiatan sektor publik dan swasta untuk memerangi perubahan iklim. Obligasi Hijau atau Green Bond Bank Dunia adalah contoh dari jenis inovasi yang ingin didorong oleh Bank Dunia dalam kerangka ini.

Green Bond Bank Dunia meningkatkan dana dari para investor pendapatan tetap untuk mendukung pinjaman Bank Dunia untuk proyek-proyek yang memenuhi syarat yang berusaha untuk mengurangi perubahan iklim atau membantu orang-orang yang terkena dampak beradaptasi dengannya.

Produk ini dirancang dalam kemitraan dengan Skandinaviska Enskilda Banken (SEB) untuk menanggapi permintaan investor khusus untuk produk pendapatan tetap triple-A yang mendukung proyek dan menangani tantangan iklim. Sejak 2008, Bank Dunia kini telah menerbitkan obligasi Green Bond senilai USD 10.2 miliar juga lebih dari 135 transaksi di 18 mata uang.

Jadi, Green Bond merupakan obligasi bebas pajak yang dikeluarkan oleh organisasi yang memenuhi syarat federal atau oleh pemerintah kota untuk pengembangan situs brownfield.

Situs Brownfield adalah area lahan yang kurang dimanfaatkan, bangunan yang telah ditinggalkan dan terbelakang yang seringkali mengandung polusi industri tingkat rendah.

BACA JUGA:

Indonesia Jadi yang Pertama Jual Green Bond Se-Asia

Indonesia akan menjadi negara Asia pertama yang menjual Green Bond secara internasional karena tampaknya akan meningkatkan minat investor terhadap investasi ramah iklim.

Ini dikarenakan Indonesia dianggap sebagai salah satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, terutama karena kebakaran hutan yang parah, yang disalahkan pada pembukaan lahan untuk pertanian.

Presiden Joko Widodo telah berkomitmen untuk mengurangi emisi paling sedikit 29 persen pada tahun 2030 dan menyetujui perpanjangan dua tahun untuk moratorium penerbitan lisensi baru yang digunakan sebagai lahan baru hutan primer.

Indonesia pada hari Kamis (22/2) meluncurkan Green Bond Sukuk lima tahun yang berarti kesepakatan tersebut akan sesuai dengan norma keuangan syariah. Meskipun tidak ada target pasti untuk jumlah yang dapat diperkirakan.

Indonesia memasarkan obligasi sukuk 10 tahun sekaligus sebagai kesepakatan ‘hijau’. Panduan harga awal yang dikirim ke investor menunjukkan Green Bond selama lima tahun akan membawa kupon sebesar 4,05% dan catatan 10 tahun sebesar 4,70%.

CIMB, Citigroup, Bank Islam Dubai PJSC, HSBC dan Abu Dhabi Islamic Bank menjadi pelopor dalam kesepakatan tersebut.

Di Asia, perusahaan-perusahaan China dan India memimpin Green Market untuk membiayai proyek-proyek ramah lingkungan, namun pemerintah sampai sekarang banyak yang menjauh. Di seluruh dunia, sudah banyak negara-negara yang sukses menjual sejumlah besar Green Bond termasuk Polandia, yang pertama, dan Prancis.

Luky Alfirman, kepala kantor Pembiayaan Anggaran dan Manajemen Risiko di Kementerian Keuangan Indonesia mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat (23/2), bahwa dana hasil obligasi hijau tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek seperti energi terbarukan, pariwisata hijau dan pengelolaan limbah.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Ekonomi atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

 

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.