Xi Jinping, Presiden Cina yang Anti-Kritik

1
71
Presiden Cina Xi Jinping
Presiden Cina Xi Jinping (Foto: Republika)

Kabarnesia.com – Segala yang kita ketahui mengenai politik memang terkadang bisa menjadi bahan ejekan masyarakat karena penguasa yang seolah menghalalkan segala cara untuk tetap berada di tahtanya.

Contohnya Cina, Winnie the Pooh telah bergabung dengan sederet referensi’meme’ internet dan dijadikan sebagai bahan lelucon warga terhadap pemimpin nomor satu Cina, Xi Jinping.

Nama dan gambar dari karakter kartun imut itu akhirnya diblokir di situs media sosial karena seorang blogger telah membandingkannya dengan Presiden Cina.

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Perbandingan antara Xi dan Pooh pertama kali muncul pada tahun 2013, setelah pengguna media sosial Cina mulai mengedarkan sepasang gambar yang menempatkan gambar Pooh dan salah satu temannya “Tigger” di samping foto Xi yang berjalan dengan Presiden AS Barack Obama.

Meme Presiden Cina
Meme Presiden Cina Xi Jinping (kanan) dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kanan) (Foto: UPstation)

Dan ada juga gambar ketika Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, bersalaman dan hal tersebut adalah salah satu jabat tangan yang canggung dalam sejarah Cina, dan akhirnya para netizen membuat sebuah ‘meme’ dengan gambar Winnie the Pooh dan Eeyore sambil berjabat tangan.

Dan pada tahun 2015, portal analisis politik Global Risk Insights menyebut gambar Xi yang berdiri di atas atap sebuah mobil parade dan dipasangkan dengan gambar mobil mainan Winnie the Pooh disebut dengan “foto Cina yang paling disensor” tahun ini.

Qiao Mu, seorang ilmuwan media independen dan mantan profesor di Universitas Studi Luar Negeri Beijing mengatakan bahwa konten beruang madu yang diblokir tersebut tidak mengejutkan, mengingat kesensitivitasan Partai Komunis yang berkuasa terhadap penggambaran pemimpinnya.

Umumnya di Cina, orang biasa tidak diperbolehkan untuk mengolok-olok para pemimpin Cina termasuk di internet, yang menghadapi penyensoran konten-konten.

Sebagai tanggapan terhadap penyensoran tersebut, masyarakat mengembangkan pesan tersembunyi dan membuat bahasa slang untuk menghindari otoritas, selain berinvestasi di VPN untuk melawan firewall dan menghasilkan uang.

BACA JUGA:

Untuk menjaga harga dirinya

Beijing telah memperluas sensor online yang telah dimobilisasi untuk membasmi ejekan dan kritik terhadap sebuah pengumuman yang berbunyi bahwa Presiden Xi Jinping dapat memerintah seumur hidup.

Berita tersebut disambut oleh masyarakat Cina melalui para pengguna media sosial yang kritis, namun beberapa saat kemudian komentar-komentar tersebut dihapus dari internet oleh sensor milik pemerintah setempat.

Banyak orang memposting dan mengkritik, serta mereka menyamakan arah politik masa depan Cina dengan tetangganya, Korea Utara, di mana Kim Jong-Un memimpin negara tersebut sebagai penguasa generasi ketiga dengan ‘tidak terpilih’.

Komentar negatif lainnya mengatakan bahwa Mr Xi sedang mempresentasikan dirinya sebagai “Kaisar Cina” yang baru. Sensor online tersebut juga sibuk mengeluarkan dan menghapus gambar Winnie the Pooh yang telah diposkan.

Sebuah editorial mengatakan, “Sejak reformasi dan keterbukaan, Cina, yang dipimpin oleh Partai Komunis, telah berhasil menyelesaikan dan akan terus menyelesaikan secara efektif masalah penggantian partai dan penggantian kepemimpinan nasional dengan cara yang taat hukum dan tertib.”

Global Times yang dikelola Cina juga berpendapat bahwa perubahan tersebut tidak berarti “bahwa presiden Cina akan memiliki masa jabatan seumur hidup”.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Internasional atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.