Garuda Indonesia, Akankah Mengalami Keuntungan Setelah Catatan Kerugian Tahun Lalu ?

1
240
Garuda Indonesia
Pesawat Garuda Indonesia (Foto: Garuda Indonesia)
obat kuat,libion,libiceng,phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Kabarnesia.com – Yang masyarakat tahu tentang Garuda Indonesia adalah pesawatnya yang mewah dan mempunyai harga tiket mahal, apalagi menjelang hari raya dan libur panjang.

Tapi siapa sangka, ternyata perusahaan Garuda Indonesia sendiri telah kehilangan banyak pemasukan dan telah mencatat kerugian pada tahun 2017.

Hingga kuartal III 2017, PT Garuda Indonesia Tbk mencatat kerugian yang timbul dari pemilik perusahaan induk naik menjadi 222,03 juta dari periode yang sama tahun lalu 44 juta.

Maskapai ini memprediksi keuntungan sebesar 75 juta dollar di babak kedua yang berakhir pada bulan Desember 2017, namun tidak mampu membukukan keuntungan untuk periode 12 bulan tersebut setelah kerugian yang lebih besar dalam enam bulan pertama di tahun 2017. Kerugian di babak pertama mencapai 284 juta dollar.

BACA JUGA:

Pada tahun lalu, Garuda Indonesia juga sedang dalam diskusi dengan pembuat rencana untuk menunda pengiriman pesawat terbang baru tanpa memberikan rincian spesifik.

Perusahaan merestrukturisasi Citilink dengan biaya rendah dan mengubah hutang di unit menjadi ekuitas. Selain itu, Garuda berencana untuk meningkatkan pendapatan dari bisnis terkait penerbangan lainnya, seperti perawatan pesawat terbang dan hotel dari anak perusahaan.

Chief Executive Garuda, Pahala Mansury mengatakan bulan lalu, lalu lintas internasional perusahaan tersebut turun akhir tahun lalu, karena letusan Gunung Agung di Bali, namun penerbangan domestik telah diungkit.

PT Garuda Indonesia menargetkan laba bersih sederhana tahun ini, karena jumlah penumpang dan kenaikan pendapatan.

Pendapatan pada 2018 juga diperkirakan akan meningkat menjadi 4,9 miliar dari perkiraan pendapatan 2017 sekitar 4 miliar, Direktur Keuangan Helmi Imam Satriyono mengatakan kepada wartawan, dengan perkiraan maskapai tersebut ia melaporkan laba bersih sebesar 8,9 juta dollar.

Perkiraan konsensus dari tiga analis yang disurvei oleh Thomson, dilansir dari Reuters (1/3), adalah kerugian sebesar 26,3 juta dollar pada tahun 2018.

Garuda Indonesia masih memiliki sisa dana hasil IPO sebesar Rp 13,94 miliar dan menempatkannya sebagai deposito di Bank Rakyat Indonesia. Suku bunga untuk sisa dana di deposito BRI adalah 5,50% per tahun.

Initial Public Offering (IPO) (penawaran umum perdana) adalah penjualan pertama saham umum sebuah perusahaan kepada investor umum. Perusahaan tersebut hanya akan menerbitkan saham-saham pertama, namun bisa juga menawarkan saham kedua.

Manajemen mengumpulkan dana IPO bersih sebesar Rp 3,18 triliun dan telah menggunakan Rp 3,17 triliun untuk membeli pesawat dan untuk belanja modal.

Berdasarkan pengungkapan infromasi di BEI, sekitar Rp 2,07 triliun dana digunakan sebagai pembayaran sebelum pengiriman untuk pesawat dan Rp 470,06 miliar untuk uang jaminan.

Sedangkan sisa dana tersebut digunakan untuk belanja modal masing-masing sebesar Rp 623,45 miliar dan anak perusahaan masing-masing sebesar Rp 461,18 miliar dan Rp 162,67 miliar.

Tapi, untuk para penumpang Garuda Indonesia tetap bisa menggunakan layanan jasa mereka, karena perusahaan telah berkolaborasi dengan PT Angkasa Pura (Persero) dan AirNav untuk memastikan layanan terbang mencapai kinerja tepat waktu.

 

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Ekonomi atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.