Mikroplastik Telah Sampai di Perut Ikan-Ikan Laut Bagian Dalam

0
191
Ikan yang mati karena mikroplastik
Ikan yang mati karena mikroplastik (Foto: Kompas)
obat kuat,libion,libiceng,phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Kabarnesia.com –  Mikroplastik primer berasal dari microbeads, kapsul, fiber dan pellets. Contohnya pada kosmetik, seperti produk pembersih yang mengandung microbeads (butiran plastik berukuran sangat kecil yang berfungsi untuk meluruhkan sel – sel kulit mati), microfiber digunakan pada tekstil, dan getah kelapa untuk proses pembuatan plastik.

Mikroplastik sekunder berasal dari hasil sampah plastik yang terbawa ke lautan, terpecah menjadi plastik yang berukuran kecil yang diameternya berukuran kurang dari 5 mm.

Batas bawah ukuran partikel yang termasuk dalam kelompok mikroplastik belum didefinisikan secara pasti, namun kebanyakan penelitian mengambil objek partikel dengan ukuran minimal 300 mm.

Mikroplastik tersebut terombang–ambing di lautan tanpa pernah bisa terurai hingga ratusan tahun dan menjadi santapan organisme laut.

Mikroplastik hadir dalam bermacammacam kelompok yang sangat bervariasi dalam hal ukuran, bentuk, warna, komposisi, massa jenis, dan sifatsifat lainnya.

Dan sekarang, ada sekitar 51 triliun keping plastik di lautan, sebagian besar pecah menjadi potongan-potongan yang lebih kecil dari kuku di jari kelingking Anda.

Menurut penelitian terbaru mengenai keberadaan plastik dalam perikanan dan akuakultur yang diterbitkan oleh United Nations Food and Agriculture Organization, hewan laut memakan plastik ini saat mereka salah mengira bahwa itu telur ikan, plankton dan ganggang.

Penulis laporan tersebut menulis bahwa 121 spesies makanan laut komersial penting diketahui menelan mikroplastik, namun implikasinya terhadap kesehatan manusia dan ekosistem tidak dipahami dengan baik.

Para ilmuwan bahkan lebih memperhatikan potongan terkecil dari mikroplastik, yang disebut nanoplastik, yang tidak terlihat oleh mata, ikan dan kerang, dan akhirnya dikonsumsi juga oleh manusia.

Potongan kecil mikroplastik dan nanoplastik yang dimiliki hewan laut berasal dari barang plastik yang lebih besar yang putus dengan paparan sinar matahari, angin dan ombak.

Menurut laporan tersebut, microplastik mencair dan menyerap bahan kimia dari lingkungan sekitarnya. Plastik mampu memancarkan dan mengambil semua jenis racun, termasuk flame-retardants dan pestisida.

Konsumsi manusia terhadap mikroplastik melalui makanan laut nampaknya minimal. Dalam skenario terburuk kurang dari 0,1 persen dari total paparan makanan seseorang terhadap beberapa racun umum pada mikroplastik akan cenderung datang melalui mikroplastik yang ditemukan dalam makanan laut.

Terutama jika makanan tersebut mempunyai kandungan nanoplastik, karena mereka cenderung tetap berada di dalam tubuh setelah tertelan.

BACA JUGA:

Sudah masuk hingga ke lautan terdalam

Penelitian baru yang dilakukan oleh para ilmuwan di NUI Galway telah menunjukkan kerusakan pada mikroplastik pada ikan yang hidup di kedalaman yang ekstrim di Atlantik barat laut.

Peneliti menemukan 73% ikan air di kedalaman laut telah menyerap partikel plastik, salah satu frekuensi tertinggi yang pernah dan merupakan satu-satunya di dunia yang pernah dilaporkan.

Penelitian dilakukan selama penyeberangan transatlantik oleh kapal penelitian Celtic Explorer milik Marine Institute. Selama perjalanan, para ilmuwan menemukan ikan laut dalam yang mati dengan kedalaman hingga 600 meter di Samudra Atlantik barat laut.

Begitu kembali ke pantai, tim memeriksa isi perut ikan yang mereka kumpulkan, yang berkisar dari 3,5 sampai 59 sentimeter.

Mereka menemukan 73% memiliki mikroplastik di dalamnya, yang merupakan fragmen plastik kecil yang berasal dari potongan yang lebih besar, seperti pakaian dan produk perawatan pribadi yang dibuang ke laut.

Dari salah satu ikan yang diteliti ialah ikan lentera kecil, panjangnya hanya 4,5 sentimeter, dan ia memiliki 13 mikroplastik di perutnya.

Para peneliti mengatakan temuan mereka mengkhawatirkan, tidak hanya karena merupakan bukti lebih lanjut ikan menelan microplastik, tapi juga karena ikan air di kedalaman menanggung risiko ini.

Varietas besar spesies laut juga mampu menelan plastik semacam itu dan zatnya dapat menyebabkan kerusakan internal yang signifikan pada mereka. Banyak jenis plastik sangat beracun karena aditif ditambahkan pada mereka selama pembuatan.

Dan akhirnya nanti akan merugikan manusia itu sendiri.

Baca juga artikel menarik dan terkini lainnya di Kabarnesia.

 

 

Comments

comments