BritZone: Berbahasa Tanpa Biaya, Berbahasa dengan Cara Tak Biasa

0
316
Komunitas Bahasa Inggris BritZone
Komunitas Bahasa Inggris BritZone di Perpustakaan Kemendikbud (Foto: Blogger Park Suci)

Kabarnesia.com – Hari mulai gelap. Orang-orang baru saja menyelesaikan sholat Maghrib di Masjid Baitut Tholibin yang berada di dalam Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Perpustakaan yang jaraknya tidak jauh dari masjid terlihat terang dengan segerembolan muda-mudi berkumpul di dalamnya. Memang, perpustakaan Kemdikbud tutup pukul 16.00 WIB. Tapi, perpustakaan dibuka kembali untuk sebuah komunitas pada jam 18.20 WIB.

Sebuah kelas di perpustakaan terbuka dengan beberapa orang menjajakan makanan di sebuah meja kecil dan yang sebagian lainnya mempersilahkan yang lain masuk.

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Sebelum masuk kelas, yang datang harus mendaftar terlebih dahulu. Menulis nama, alamat email, nomor telepon, dan pekerjaan. Tidak ada pungutan biaya dalam pendaftaran tersebut.

Di dalam kelas, sekira lebih dari 40 orang telah duduk. Dilihat dari yang datang, kebanyakan adalah pekerja dengan usia rata-rata 20 tahun ke atas.

Setelah delapan menit menunggu, seorang wanita yang sudah ada di depan kelas berdiri dan menyapa semua orang dengan berani dan lantang.

Namanya Grace. Setelah memperkenalkan dirinya, ia lalu mulai menceritakan tentang kesukaannya, yaitu menggambar. Ia juga bercerita tentang kesulitan yang ia hadapi dalam mewujudkan cita-citanya.

Hingga akhirnya, ia bisa menjual gambarnya dan bangga atas pencapaiannya. Selain itu, Grace yang tanpa malu-malu menceritakan pengalamannya, ia juga tidak canggung menggunakan bahasa Inggris untuk bercerita.

Lalu, diadakanlah sebuah permainan, di mana para peserta harus menggambar sebuah objek dan menulis warna untuk objek yang telah digambar tadi.

Setelah selesai, ia meminta peserta berdiri dan memberi spidol hijau kepada salah satu peserta dan menyalakan musik. Orang yang memegang spidol ketika musik mati, maka ia harus menjelaskan tentang gambarnya dan mengapa ia memilih warna tersebut.

Permainan selesai dengan beberapa orang terpilih untuk menjelaskan gambarnya. Lalu berlanjut dengan membuat kelompok. Satu kelompok mempunyai enam orang di dalamnya.

Grace yang sedang menceritakan pengalamannya di depan kelas

Masing-masing kelompok juga diminta untuk menggambar dengan tenggat waktu selama 15 menit, dan dua orang akan mempresentasikan gambar tersebut.

15 menit pun berlalu dengan cepat, dan akhirnya semua harus siap mempresentasikan gambarnya. Berbagai macam gambar yang diperlihatkan, walaupun bukan gambar luar biasa tapi mempunyai makna yang baik dan bagus.

Dan tentunya dijelaskan dalam bahasa Inggris pula. Meski beberapa orang masih belum sempurna dalam pengucapan dan gramatikalnya, tapi mereka tetap tampil pede dan berani berbicara di depan orang banyak. Hal itu tentu patut diberikan apresiasi dan diacungi jempol.

BACA JUGA:

Bukan Cuma Nongkrong

Komunitas ini memang bukan komunitas biasa. Dari awal memulai percakapannya saja harus menggunakan bahasa Inggris.

Ya, komunitas ini dinamakan BritZone. Komunitas ini sudah berdiri sejak tahun 2003 dan mempunyai anggota sebanyak 1000 orang dari seluruh wilayah Jabodetabek. Komunitas ini pun memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin bergabung, untuk semua umur, semua kalangan dan golongan tanpa memandang sebelah mata.

Didirikannya BritZone memang dikhususkan untuk mengakomodasi orang-orang yang ingin meningkatkan bahasa Inggrisnya dengan berkumpul dan menggunakannya di dalam dalam kehidupan sehari-hari.

Komunitas ini rutin dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu sejak pukul 18.30 WIB sampai 20.30 WIB. Sedangkan, di akhir pekan, kelas BritZone dibuka pada Sabtu pukul 11.00 WIB sampai 13.00 WIB. Tidak hanya di kelas, BritZone juga mengadakan outdoor class sebulan sekali untuk lebih meningkatkan kualitas berbahasa para anggota komunitasnya dalam lingkungan sosial yang lebih luas, utamanya pada native speaker. Dan rencananya BritZone juga akan membuat virtual learning meskipun tanggal rencananya belum ditentukan.

Aktivitas peserta BritZone selama di kelas

Kegiatan Sosial Lain

BritZone juga tidak hanya membuka kelas dan perkumpulan saja, komunitas ini juga mempunyai acara amal dan bakti sosial, seperti datang ke panti asuhan ketika bulan Ramadhan.

Pada periode 2018-2019, komunitas ini juga mengadakan program leadership, yaitu program yang mengajarkan tentang kepemimpinan, tentunya semuanya menggunakan bahasa Inggris.

BACA JUGA: 

Kepengurusan BritZone

Muhammad Naim Syahrir seorang pengacara berumur 26 tahun, yang juga merupakan Presiden BritZone periode 2018-2019 mengatakan bahwa yang mengadakan kelas adalah para komite. Para komite BritZone sendiri bisa dibilang volunteer. Karena mereka melakukan ini tanpa digaji.

Sedangkan, pemilihan Presiden BritZone dilakukan secara demokratis dan dilaksanakan oleh Tim KPU Internal BritZone.

Mereka yang punya hak suara adalah komite BritZone dan peserta yang sudah datang ke BritZone sekurang-kurangnya tiga kali.

Presiden BritZone Muh.Naim Syahrir bersama salah seorang komite lainnya.

Nah, itulah sekilas cerita mengenai BritZone. Jika anda ingin mendaftar, ingat, tidak ada biaya atau pungutan apapun. Tidak ada ikatan antar komunitas dan peserta. Bahkan Naim pun selaku ketua menekankan tidak ada transaksi pembayaran.

Jadi, jika ada yang mengaku sebagai panitia BritZone dan meminta Anda untuk melakukan pembayaran maka hal tersebut patut dicurigai.

Buat kalian yang gemar berselancar di media sosial dan internet, kalian juga bisa langsung berkomunikasi melalui akun-akun media sosial BritZone di bawah ini.

Instagram :@britzoneid

Youtube : Britzone English Community

Facebook : https://www.facebook.com/britzoneid/

Twitter : @BritzoneID

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Indonesia Bangkit! atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

 

 

 

 

Comments

comments