Bom Waktu Dari Lingkungan Indonesia Setelah Tambang Batu Bara Rusak

2
52
Tambang batu bara
Tambang batu bara di Indonesia (Foto: Majalah Tambang)

Kabarnesia.com – Batubara yang merupakan bahan bakar fosil adalah sumber energi terpenting untuk pembangkitan listrik dan berfungsi sebagai bahan bakar pokok untuk produksi baja dan semen.

Namun demikian, batubara juga memiliki karakter negatif yang disebut sebagai sumber energi yang paling banyak menimbulkan polusi akibat tingginya kandungan karbon.

Sumber energi penting lain, seperti gas alam, memiliki tingkat polusi yang lebih sedikit namun lebih rentan terhadap fluktuasi harga di pasar dunia.

Keuntungannya bagi negara

Indonesia adalah salah satu produsen dan eksportir batubara terbesar di dunia. Sejak tahun 2005, ketika melampaui produksi Australia, Indonesia menjadi eksportir terdepan batubara thermal.

Porsi signifikan dari batubara thermal yang diekspor terdiri dari jenis kualitas menengah (antara 5100 dan 6100 cal/gram) dan jenis kualitas rendah (di bawah 5100 cal/gram) yang sebagian besar permintaannya berasal dari Cina dan India.

Sekitar 60 persen dari cadangan batubara total Indonesia terdiri dari batubara kualitas rendah yang lebih murah (sub-bituminous) yang memiliki kandungan kurang dari 6100 cal/gram.

Dengan demikian, semakin banyak industri di dunia yang mulai mengalihkan fokus energi mereka ke batubara.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, cadangan batubara Indonesia diperkirakan habis kira-kira dalam 83 tahun mendatang apabila tingkat produksi saat ini diteruskan.

Berkaitan dengan cadangan batubara global, Indonesia saat ini menempati peringkat ke-9 dengan sekitar 2.2 persen dari total cadangan batubara global, berdasarkan BP Statistical Review of World Energy.

Meski konsumsi meningkat, tenaga batu bara masih potensial karena Indonesia memiliki sumber daya batu bara yang belum berubah status menjadi cadangan sebesar 123,52 miliar ton.

Ini membuat batu bara sebagai sumber utama energi primer di masa depan karena gas alam diperkirakan sudah mulai defisit di tahun 2020 yang akan datang.

BACA JUGA:

Kerugiannya pada masyarakat

Lubang tambang batu bara yang terbengkalai menandai lereng bukit yang kosong dan tanpa pohon di Samarinda, ibu kota provinsi Kalimantan Timur di bagian pulau Kalimantan di Indonesia.

Ini adalah tanah kosong untuk ledakan batubara yang menjadikan Indonesia pengekspor mineral terbesar di dunia yang menyulut pembangkit listrik.

Lubang penambangan yang sudah ditinggalkan, kini telah menjadi perangkap kematian bagi anak-anak yang berenang di dalamnya, dan air asamnya akan ‘membunuh’ sawah di dekatnya.

Air dan lumpur yang bocor dari lubang penambangan yang ditinggalkan yang jumlahnya sekitar 150 di Samarinda saja, mencemari sekitar sawah dan sungai.

Ribuan perusahaan tambang batu bara memang sudah banyak yang gulung tikar, karena harganya yang merosot dan sumber di dalamnya mengering.

Tapi, hampir tidak ada perusahaan yang membayar bagian dari tanggung jawab mereka untuk memperbaiki lingkungan bekas mereka menggali batu bara.

Penambangan Illegal

Pemerintah Indonesia telah mencoba, sebagian besar hasilnya sia-sia, agar perusahaan pertambangan menepati janjinya untuk membersihkan lingkungan yang rusak. Karena sebenarnya tidak ada kepastian tentang data atau siapa yang memegang ribuan lisensi pertambangan.

Dalam sebuah wawancara, Awang Faroek Ishak, Gubernur Kalimantan Timur, telah mengeluarkan moratorium lisensi baru. Dia mengancam akan menghukum perusahaan tambang yang gagal mengembalikan lahan tersebut. Tapi, data perusahaan pertambangan dan dana rehabilitasi hilang.

Di daerah di mana perusahaan melakukan kegiatan penambangan, biasanya tidak menanam kembali hutan, tapi sebagian besar konsesi pertambangan diubah menjadi bangunan perumahan, lahan pertanian atau kegunaan lainnya.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Nasional atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

 

Comments

comments

2 KOMENTAR

Comments are closed.