Kisah Ustadz ‘Seleb’ Indonesia, Dari Poligami Hingga Politik dan Bisnis

1
37
Alm. Ustadz Jefri Al Buchori
Alm. Ustadz Jefri Al Buchori saat berceramah (Foto: Tabloid Bintang)

Kabarnesia.com – Ceramah telah lama dihubungkan dengan balasan keuangan yang murah hati. Banyak ustadz penceramah mempunyai kesuksesan dan senantiasa dibalas dengan baik oleh komunitas-komunitas yang menghargai kemampuan mereka untuk memberi inspirasi dan mendidik kepada para Muslim dalam hal keimanan.

Namun, di Indonesia saat ini, da’i paling terkenal telah menjadi selebriti bagi kalangan pendengarnya dan dijamu oleh media atau elite politik, serta oleh pengusaha-pengusaha cerdik yang menawari berbagai produk dan jasa yang secara serius untuk dipasarkan.

Pola-pola perilaku Islami pun telah berubah banyak selama beberapa dekade terakhir ini. Jumlah masjid dan jemaahnya tidak sebanyak dulu, tetapi popularitas pakaian Islami dan penggunaan simbol-simbol serta ekspresi Islamiah masih banyak terlihat di media dan tempat-tempat umum.

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Dakwah televisi di Indonesia pada periode yang sama dapat secara tepat digolongkan sebagai kendaraan untuk kesalehan aktif.

Contohnya seperti da’i kondang Abdullah Gymnastiar atau kita kenal sebagai AA Gym. Ia sempat menjadi mega bintang pendakwah televisi di Indonesia dan popularitasnya meroket.

Gaya berceramahnya dinilai memiliki hiburan yang tinggi mengalahkan ceramah tokoh-tokoh pemilik otoritas mapan, menggunakan gaya terpelajar dan bahasa keras yang seringkali mewartakan ancaman akan siksa api neraka.

Lalu generasi selanjutnya setelah AA Gym munculah beberapa da’i muda dengan cerita pertobatan. Jenis cerita pertobatan yang secara khusus bersifat dramatis dengan menggambarkan kelakuan seseorang yang buruk, suka minum-minum, menghamburkan uang, hingga akhirnya meminta pintu tobat.

Dan kisah-kisah ini telah menolong da’i seperti almarhum Jefry Al-Buchori dan Yusuf Mansur dengan pasar keagaaman berpangsa anak muda dan para orang tua yang mengkhawatirkan anak-anaknya.

Para penceramah bahkan sudah dianggap layaknya seorang seleb yang terkemuka ini juga dikenal memiliki suara merdu yang dianggap menyenangkan dan cocok untuk menghidupkan berbagai emosi yang mengalir dalam do’a.

Suara mereka yang dalam, enak didengar, dan penuh penjiwaan membawa jamaah ke dalam suasana hati bertaubat dan keintiman spiritual yang memudahkan rasa khusyuk dalam berdoa.

Aa Gym poligami
Aa Gym menjadi perbincangan hangat setelah berpoligami (Foto: The Tanjungpura Times)

Poligami Ustadz ‘Seleb’

Dalam agama Islam sendiri, poligami tentu sebenarnya bukanlah sebuah skandal. Karena agama memperbolehkan poligami dengan mempunyai empat istri dan tidak lebih.

Pada zaman AA Gym sedang naik daun, memang menghebohkan apalagi dikalangan jama’ah wanita. Isunya lebih banyak pada persoalan kepercayaan terhadap cap-merek daripada teologi.

BACA JUGA:

AA Gym memasarkan dirinya sebagai suami ideal dan perbuatannya dinilai berdasarkan hal tersebut. Otoritasnya sebagai penceramah ‘selebriti’ berdiri di titik tertentu yang mempertemukan publik dan gaya berceramah yang khas.

Setelah kasus AA Gym mereda, banyak di kalangan ustadz yang juga berpoligami seperti halnya Ustadz Arifin Ilham karena temannya mengisyaratkan untuk menikahkan anak gadisnya sebelum akhirnya ia meninggal dunia.

Zainuddin MZ
Alm. KH. Zainuddin MZ saat menyampaikan ceramah (Foto: Merdeka)

Politik Da’i Kondang

Kiai Haji Zainuddin Muhammad Zein (MZ), kyai kondang yang mempunyai julukan Dai Sejuta Umat.

Julukan itu memang pantas diberikan karena setiap kali Zainuddin tampil di atas panggung untuk berceramah, maka ratusan ribu bahkan sejuta umat akan datang memadati areal di sekitar panggung.

Kepiawaiannya membawakan ceramah dalam bungkus banyolan, sindiran dan kritikan, selalu memikat umat yang mendengarkannya.

BACA JUGA:

Kyai ini akhirnya memutuskan terjun ke dunia politik. Pada 1977 Zainuddin bergabung di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Duet dengan Raja Dangdut Rhoma Irama yang belakangan juga menjadi Dai, Zainuddin tampil menjadi maskot penyedot massa.

Namun karena konflik internal, pada 2002 Zainuddin MZ bersama sejumlah rekannya memutuskan keluar dari partai berlambang Kabah itu.

Mereka kemudian membentuk PPP Reformasi yang selanjutnya berubah menjadi Partai Bintang Reformasi, dan Zainuddin sempat menjadi ketua umumnya hingga 2006.

Pada saat itu, da’i kondang tersebut selalu mengatakan kepada Ali Maschan bahwa agama itu tidak hanya urusan dunia dan akhirat saja, tetapi juga bagaimana harus memperjuangkan agama lewat politik.

Tapi, da’i sejuta umat Zainuddin MZ sempat mengaku menyesal masuk ke dunia politik dengan mendirikan partai baru Partai Bintang Reformasi (PBR) ketika Orde Baru runtuh waktu itu.

Karena bukan dari dunia politik, sang da’i pun segera kembali pada khittahnya, sampai akhir hayatnya Zainuddin MZ memutuskan untuk berdakwah.

Ustadz Yusuf Mansyur berbisnis online Paytren
Ustadz Yusuf Mansyur berbisnis online Paytren (Foto: Kaskus)

Bisnis offline hingga online

Menjadi da’i memang tidak terlalu menghasilkan banyak pendapatan, apalagi jika jama’ah hanya diberitahu unutk memberi se’ikhlasnya’.

Oleh karena itu, Ketua IKADI (Ikatan Da’i Indonesia) mengatakan untuk berbisnis dengan cara syari’ah. Agar para da’i memiliki kemandirian secara finasial dan harus bisa mandiri dalam berbisnis, tentunya secara halal.

Satori juga mengatakan, program ini tentu akan berdampak bagi kehidupan umat Islam Indonesia yang sejak dahulu sudah terbiasa dalam hal kewirausahaan. Namun seorang da’i yang berbisnis jangan sampai meninggalkan kegiatan berdakwah.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Nasional atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

 

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.