Tarif Baja dan Aluminium Diumumkan, Akankah Rupiah Ikut Naik?

0
29
tarif baja pengaruhi nilai rupiah
IHSG meningkat 3,17 poin, rupiah menguat 20 poin (Ilustrasi: Sindonews)

Kabarnesia.com – Presiden Donald Trump dikatakan akan mengumumkan tarif tinggi pada impor baja dan aluminium beberapa hari yang lalu.

Para pakar yang mengetahui masalah tersebut mengatakan, hal tersebut akan menjadi salah satu tindakan terberatnya untuk menerapkan agenda perdagangan hawkish yang beresiko memunculkan konflik bahkan dengan negara sekutu.

Arti istilah hawkish sangat penting bagi pedagang impor maupun ekspor, karena sangat penting untuk memahami tren dan perkembangan di pasar mata uang.

Secara khusus, “hawkish” menggambarkan sikap pilihan Central Bank terhadap kebijakan moneter. Dan mempunyai harga yang melambung tinggi hingga mengakibatkan inflasi besar-besaran.

Trump mengatakan kepada bawahannya bahwa dia ingin mengumumkan tarif 25 persen untuk baja dan 10 persen untuk aluminium dari semua negara.

Ini adalah biaya yang lumayan, karena tujuan Trump adalah untuk memberi insentif kepada perusahaan AS untuk membeli baja dan aluminium dari produsen AS sehingga industri logam dalam negeri menguat.

Langkah tersebut mengangkat ancaman meningkatnya pembalasan oleh negara lain dan inflasi yang lebih tinggi. Dari Indeks Standard & Poor’s 500 menghapus hampir semua kenaikannya untuk tahun ini.

Karena pertimbangan tersebut tidak dipublikasikan, dua orang sumber yang tidak mau disebut namanya, memberitahu mengenai hal ini. Salah satu orang mengatakan, rincian keputusan masih dapat berubah, dan mungkin saja beberapa negara mungkin diberi pengecualian.

Trump berpendapat bahwa dia perlu melakukan ini untuk menghemat pekerjaan dan melindungi keamanan nasional. Departemen Perdagangannya yang baru-baru ini mengeluarkan dua laporan panjang mengatakan bahwa Amerika Serikat membutuhkan industri baja dan aluminium yang lebih besar untuk memiliki cukup logam untuk jet tempur F-18 dan F-35 dan kendaraan militer lapis baja.

“Industri Baja dan Aluminium kami (dan banyak lainnya) telah dihancurkan oleh kebijakan perdagangan dan buruk yang tidak adil selama bertahun-tahun dengan negara-negara dari seluruh dunia,” kata Trump dalam sebuah postingan di akun Twitter miliknya, Kamis (1/3) lalu.

“Kita tidak boleh membiarkan negara, perusahaan dan pekerja lain mengambil keuntungan lagi dari negara kami. Kami menginginkan perdagangan yang baik, adil dan SMART!” tambahnya.

BACA JUGA:

Pengaruhnya terhadap Rupiah

Akibatnya pasar saham AS turun pada hari Jumat (2/3) di seluruh dunia, setelah pengumuman tersebut. Saham Indonesia sebenarnya merupakan yang paling sedikit terpengaruh karena benchmark Indeks Harga Saham Gabungan hanya turun 0,35 persen menjadi 6.582,31 poin pada perdagangan terakhir dalam seminggu.

Alasan lain mengapa rupiah Indonesia diperkirakan tidak akan melemah selama beberapa minggu kedepan adalah karena Bank Indonesia akan melakukan intervensi lebih lanjut di pasar untuk menstabilkan rupiah.

Diasumsikan bahwa Bank Indonesia merasa ‘nyaman’ dan tenang dengan stabilnya rupiah di kisaran Rp 13.300 – 13.500 per dolar AS karena ini akan menjadi tingkat bunga yang menarik untuk perdagangan ekspor.

Namun, suku bunga acuan Bank Indonesia (Suku Cadang Bank Interbank Indonesia), disingkat JISDOR menguat 0,34% menjadi Rp 13.746 per dolar AS pada hari Jumat (2/3).

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Ekonomi atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

 

Comments

comments