Daruratnya Konflik Umat Beragama di Sri Lanka

1
92
Kerusuhan antar agama di
Kerusuhan antar agama di Sri Lanka (Foto: inews)

Kabarnesia.com – Ketegangan meningkat di antara dua komunitas di Sri Lanka selama setahun terakhir, dengan beberapa kelompok beragama Budha menuduh Muslim memaksakan orang untuk masuk Islam dan merusak situs arkeologi Buddhis.

Sri Lanka telah lama terbagi antara mayoritas penduduk Sinhala, yang beragama Buddha, dan minoritas Tamil, Muslim dan Kristen.

Presiden Sri Lanka telah mengumumkan keadaan darurat selama 10 hari untuk mengendalikan penyebaran kekerasan setelah bentrokan terjadi antara mayoritas umat Budha dan anggota komunitas Muslim minoritas.

Seorang sumber mengatakan, beberapa orang menghasut kekerasan melalui Facebook dan memperingatkan tindakan keras terhadap mereka.

Dikatakan bahwa pasukan keamanan negara tersebut telah diberi wewenang yang sesuai untuk menangani unsur-unsur kriminal di masyarakat dan segera memulihkan keadaan normal.

kerusuhan umat beragama di sri lanka
Solat Jumat di Sri Lanka dipersingkat (Foto: Republika)

Sebuah tweet dari kantor Presiden Maithripala Sirisena mengatakan bahwa keputusan tersebut akan memperbaiki situasi keamanan yang tidak memuaskan yang terjadi di beberapa wilayah di negara tersebut.

Menurut pemerintah setempat, kerusuhan di distrik pusat Kandy yang dimulai pada hari Minggu (4/3) lalu, setelah pemakaman seorang supir truk dari sebagian besar komunitas Buddhis Sinhala, yang meninggal beberapa hari setelah dia terlibat dalam pertengkaran dengan empat orang Muslim.

BACA JUGA:

Massa Buddhis yang marah kemudian menyapu kota-kota, membakar setidaknya 11 toko dan rumah milik Muslim. Empat masjid, 37 rumah, 46 toko dan 35 kendaraan juga rusak akibat serangan tersebut.

Polisi menembakkan gas air mata ke orang banyak, dan kemudian mengumumkan jam jaga pada malam hari. Sejauh ini tidak ada kekerasan yang dilaporkan terjadi di bagian lain negara kepulauan tersebut.

Pada hari Rabu (7/3), semua sekolah telah diliburkan. Akses internet dan telepon juga telah dibatasi, dengan operator telepon seluler khususnya pada distrik Kandy  diinstruksikan untuk memblokir transmisi data untuk mencegah penyebaran foto.

Sementara pejabat pemerintah tidak secara khusus menyebutkan ekstremis Buddha, banyak komentar dan kritik muncul ditujukan untuk mereka.

“Pemerintah akan bertindak tegas terhadap kelompok-kelompok yang menghasut kebencian religius,” kata Menteri Kabinet Rauff Hakeem setelah bertemu dengan Presiden Sri Lanka.

Dari 21 juta orang Sri Lanka, sekitar 70 persen adalah umat Buddha, 9 persen Muslim, dan 13 persen etnis Tamil, yang kebanyakan adalah orang Hindu.

Sebelumnya, pemerintah pernah mengakhiri perang sipil 26 tahun di tahun 2009 dengan kekalahan pemberontak separatis Tamil.

Komunitas Muslim kadang-kadang terjebak dalam kekerasan tersebut namun secara keseluruhan, umat Islam berhasil bertahan dari perang.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Internasional atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.