Hari Perempuan, dan Kekerasan yang Semakin Meningkat

0
38
Kekerasan pada perempuan
Kekerasan pada perempuan di Indonesia meningkat (Foto: Suara Kita)

Kabarnesia.com – Menurut sebuah laporan tahunan oleh Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, atau Komnas Perempuan, jumlah kasus kekerasan yang dilaporkan terhadap perempuan meningkat 25 persen tahun lalu.

Dari laporan tersebut, terlihat sebagian besar 348.446 kasus melibatkan perzinahan dan cyber-violence.

Komnas Perempuan Thaufiek Zulbahary mengatakan pada sebuah konferensi pers di Jakarta Rabu (3/7), “Kekerasan terhadap perempuan semakin bervariasi dan terjadi di beberapa ruang, sementara sistem pencegahan dan manajemen berjalan agak lamban.”

Dari kasus yang dilaporkan, 41 persen melibatkan penganiayaan fisik, 31 persen pelecehan seksual, 15 persen penganiayaan psikologis dan pelecehan ekonomi 13 persen.

Mariana Amiruddin, Komisioner Komnas Perempuan mengatakan bahwa kenaikan tersebut mungkin tidak mengindikasikan adanya peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan, namun lebih banyak korban yang bersedia untuk maju.

“Komnas Perempuan melihat bahwa semakin tinggi jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan menunjukkan lebih banyak keberanian di antara korban untuk melaporkan apa yang telah terjadi pada mereka,” kata Mariana.

Jakarta memiliki jumlah kasus terbanyak tahun lalu dengan 1.999, sementara Jawa Timur dan Jawa Barat masing-masing memiliki kasus kedua dan ketiga dengan 1.536 dan 1.460.

Laporan tersebut mencatat bahwa 71 persen kasus yang dilaporkan terjadi di lingkungan pribadi atau domestik, diikuti oleh 26 persen di tempat umum.

Pada kasus rumah tangga maupun hubungan tidak ‘resmi’ tercatat, 5.166 kasus melibatkan kekerasan terhadap pasangan, 2.227 terhadap gadis-gadis muda dan 1.873 pada pasangan yang belum menikah.

“Pada 2017, kami mencatat jumlah kekerasan yang lebih tinggi terhadap anak perempuan dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” kata Mariana, mengacu pada 1.799 kasus yang dilaporkan pada tahun 2016.

Komisi tersebut menekankan dalam laporan bahwa meningkatnya jumlah kasus yang melibatkan kekerasan terhadap gadis muda mencerminkan penurunan keselamatan di rumah tangga.

BACA JUGA:

Dikatakan juga bahwa bimbingan dan perlindungan gadis-gadis muda sangat penting untuk memastikan bahwa kasus-kasus semacam itu dilaporkan setiap kali terjadi.

Komnas Perempuan mengatakan bahwa edisi laporan tahun ini, yang telah diterbitkan setiap tahun sejak 2001, mempertimbangkan beberapa aspek baru, seperti kekerasan cyber terhadap perempuan.

Berdasarkan laporan yang dibuat langsung ke komisi tersebut, ada 98 kasus seperti yang dilaporkan tahun lalu. Terutama melibatkan pelecehan online dan penyebaran konten pribadi, atau “ilegal” di media sosial atau situs porno.

“Kekerasan cyber telah muncul dalam skala besar, tapi kami masih kurang melaporkan dan menangani hal ini. Kekerasan cyber memberlakukan kehidupan wanita yang sering menjadi korban lebih dari satu kali, dan dapat mempengaruhi mereka seumur hidup mereka,” Komisi Nasional Perempuan mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Pada kekerasan seksual di rumah tangga, laporan tersebut juga mencatat ada 1.210 kasus pemerkosaan dan perzinahan.

“Jumlah kasus tersebut menunjukkan pelaku kekerasan seksual biasanya paling dekat dengan korban, biasanya mereka yang memiliki hubungan keluarga,” kata laporan tersebut.

Menurut laporan tersebut, sebagian besar kasus dilakukan oleh ayah dan paman mereka sendiri.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Nasional atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Comments

comments