Kilas Problematik Masalah Perokok Indonesia Di Awal Tahun 2018

0
356
Kasus rokok di Indonesia
Kasus rokok di Indonesia menunjukkan data yang dramatis (Foto: Akibat Rokok)
obat kuat,libion,libiceng,phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Kabarnesia.com – Di Indonesia rokok memang jadi perbendaharaan sekaligus lubang kematian terbesar. Data pada tahun lalu memperlihatkan peningkatan jumlah perokok remaja laki-laki mencapai 58,8 persen. Dan, kebiasaan tersebut telah membunuh setidaknya 235 ribu jiwa setiap tahun di Indonesia.

Epidemi konsumsi rokok di Indonesia telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Lebih dari sepertiga (36.3 persen) penduduk Indonesia dikategorikan sebagai perokok saat ini. Data Atlas Pengendalian Tembakau di ASEAN juga mengungkapkan lebih 30% anak Indonesia mulai merokok sebelum usia 10 tahun. Jumlah itu mencapai 20 juta anak.

Masalah mengenai rokok di Indonesia memang akan selalu ada, selama hukum mengenai rokok tidak diperkuat. Anak-anak memang mudah mendapatkan akses rokok dengan mudah di warung-warung, bahkan ketika harga rokok sudah dinaikkan.

Skandal rokok

Kurang lebih dari satu bulan yang lalu seorang ayah memberi rokok pada bayinya yang berusia 9 bulan. Lalu dengan pedenya ia menggugah video yang kemudian dikecam masyarakat tidak hanya di Indonesia bahkan mancanegara.

Pria yang tinggal di Desa Tlomar Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, itu pun akhirnya berhasil diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) pada Selasa 20 Februari 2018, sekitar pukul 20.30 WIB di rumah istrinya di Desa Dlembeh Dajah, Kecamatan Tanah Merah.

Sangat disayangkan memang, bahkan hanya dengan menghirupnya saja akan ‘membunuh’ bayi tersebut. Apalagi dengan memberikannya sebatang rokok.

Tapi, belum lama tentang peristiwa di atas mereda, lagi-lagi seorang perokok berulah.

Diberitakan sebelumnya, video yang memperlihatkan seekor orangutan tengah mengisap rokok di Kebun Binatang Bandung beredar di media sosial. Video itu pertama kali diunggah oleh pemerhati satwa, Marison Guciano lewat akun Facebook pribadinya.

Video berdurasi 59 detik itu memperlihatkan sejumlah pengunjung sedang melihat seekor orangutan. Tiba-tiba salah seorang pengunjung melemparkan rokok yang ia hisap secara sengaja kepada orangutan tersebut.

Polrestabes Bandung menetapkan Deni Junaedi (27) menjadi tersangka atas kasus pelemparan rokok kepada salah satu hewan primata yaitu orangutan bernama Ozon di Kebun Binatang Bandung. Deni pun meminta maaf atas perbuatannya dan berjanji tak akan mengulanginya lagi.

Tapi tidak ada jaminan bahwa perokok lainnya tidak akan melakukan hal sama, jika sangsi tidak diperketat untuk para perokok ‘jahil’ tersebut.

BACA JUGA:

Tidak hanya perokok jahil saja yang menjadi berita panas di Indonesia. Perokok yang ‘sakit’ juga jadi highlight berita utama.

Dua produsen rokok ternama, PT Gudang Garam Internasional Tbk dan PT Djarum Tbk disomasi dua pengacara dari seorang ibu rumah tangga berumur 50 tahun bernama Rohayani, Todung Mulya Lubis dan Azas Tigor Nainggolan, agar membayar ganti rugi lebih dari Rp. 1.000.000.000.000 (satu triliun rupiah) kepada Rohayani yang kini menderita sakit paru-paru dan batuk berdahak akibat rokok dari dua produsen ternama itu.

Lalu, bagaimana dengan tanggapan Gudang Garam dan Djarum?

Seperti yang sudah bisa kita bayangkan jawabannya adalah tidak tahu menahu sama sekali mengenai masalah konsumen. Karena dari awal perusahaan telah mengumumkan pada setiap kemasan, bahwa rokok memang berbahaya, merusak kesehatan bahkan nyawa.

Dan meskipun pada kemasan rokok tidak dicantumkan bisa mengakibatkan penyakit paru-paru yang diderita konsumen yang mengancam akan menggugat dua perusahaan rokok ternama itu, pengguna rokok sudah seharusnya sadar dengan melihat dan membaca berderet-deret penyakit-penyakit yang bisa mengancam tubuh.

Bagaimana harusnya pemerintah bertindak?

Mengencarkan kampanye ‘anti-rokok’ salah satunya yaitu dengan program kepemimpinan yang merupakan beberapa upaya sekolah untuk membuat kampanye pengendalian tembakau global.

Hal penting lainnya adalah ketika tujuan kampanye ‘anti-rokok’ itu tercapai, dan pabrik rokok tercapai, pemerintah harus memikirkan pekerja yang kehilangan lapangan pekerjaannya di pabrik rokok, juga para petani tembakau—yang harus dibimbing dengan baik oleh pemerintah untuk mengalihkan lahannya dari tembakau ke produk pertanian lain.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Nasional atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

 

 

Comments

comments