‘Reka Ulang’ Piplres 2014, Jokowi atau Prabowo Bakal Menang?

1
68
pilpres 2019
Prabowo menyambangi Jokowi di Istana Merdeka (Foto: Detik)

Kabarnesia.com – Mantan jenderal Prabowo Subianto telah menerima pencalonan partainya untuk menantang Joko Widodo yang berkuasa dalam pemilihan presiden tahun 2019 mendatang, hal ini mengindikasikan adanya ‘reka ulang’ dari masa Pilpres 2014 lalu.

Sebuah konvensi nasional para anggota dari partai oposisi utama Indonesia, Gerindra, memilih Prabowo, sebagai calon presiden pada hari Rabu (11/04). “Dia menyatakan bahwa dia menerima mandat yang diberikan kepadanya oleh partai untuk menjadi kandidat presiden,” kata juru bicara partai Irawan Ronodipuro dalam sebuah pernyataan.

Sebagai seorang pengkampanye yang agresif, Prabowo akan menghadapi tantangan serius untuk Jokowi, meskipun jajak pendapat dan survey baru-baru ini menunjukkan bahwa Prabowo memegang posisi kepemimpinan yang signifikan atas para pesaing lainnya.

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Prabowo telah bekerja untuk menumbuhkan citra berhubungan dengan masyarakat pada isu-isu kecil dan detail, seperti pendidikan dan mengatasi ketidaksetaraan, dan sebagai pemimpin tanpa basa-basi yang diklaim akan keras terhadap korupsi.

Jokowi adalah presiden pertama yang datang dari luar elit politik dan militer, sementara Prabowo memiliki ikatan kuat dengan keluarga kemiliteran Indonesia. Ayahnya adalah seseorang yang melayani negara sebagai menteri di bawah mantan penguasa Soekarno dan Suharto, dan merupakan arsitek utama kebijakan ekonomi Indonesia pada akhir 1960-an. Sampai akhirnya, Prabowo menikah dengan putri Soeharto.

Sejak kehilangan Prabowo pada tahun 2014, Gerindra telah mengambil alih kedudukan dari partai oposisi utama negara, sementara mantan jenderal tersebut tetap terlihat di arena politik sebagai pemeran ‘belakang layar’.

Hashim Djojohadikusumo, pendiri bersama Gerindra dan saudara laki-laki Prabowo, mengatakan dalam sebuah wawancara pada bulan Februari, partai ini akan bertarung untuk memperjuangkan pemilu dalam masalah ekonomi dan menginginkan perombakan anggaran termasuk lebih banyak uang untuk membelanjakan alat-alat kemiliteran negara.

BACA JUGA:

Antara Prabowo dan Jokowi

Jokowi telah memenangkan dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan empat partai lain dari pemerintahan koalisinya. Sebuah survey dari 1.220 masyarakat yang diambil oleh Pusat Penelitian Saiful Mujani dan diterbitkan pada bulan Januari menunjukkan, Jokowi dengan 64 persen dukungan pemilih, dibandingkan dengan Prabowo 27 persen.

Prabowo juga telah digerogoti oleh peringkat elektabilitas yang terus jatuh di bawah 35 persen, terhadap peringkat Jokowi yang tinggi sebesar 45 hingga 55 persen.

Gerindra sendiri tampaknya terbagi soal itu. Di satu sisi, diwakili oleh wakil ketua DPR dan Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon, tetap bersikukuh bahwa Prabowo akan menjadi kandidat presiden partai.

“Prabowo adalah kandidat yang paling memenuhi syarat dari Gerindra, dalam hal elektabilitas dan faktor lainnya. Selama dia mendapat dukungan dari kader Gerindra dan orang-orang, dia siap (untuk menjalankan),” katanya pada hari Senin (10/3) silam.

Nama lain sebelumnya juga telah diajukan untuk menggantikan Prabowo, termasuk mantan Panglima Militer Indonesia Gatot Nurmantyo dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Gatot bertemu dengan pimpinan Gerindra bulan lalu untuk membahas kemungkinannya ikut bertarung di kancah Piplres 2019 mendatang dan anggota partai menegaskan bahwa itu sedang dipertimbangkan.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berbasis syariat Islam dan juga sekutu terdekat Gerindra mengatakan, akan terus mendukung Gerindra meskipun Prabowo memilih untuk mencalonkan diri atau tidak.

Nominasi untuk pemilihan presiden harus diselesaikan pada bulan Agustus tahun ini sebelum pemungutan suara yang akan dijadwalkan pada April 2019.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Nasional atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.