Menyongsong Kepunahan Hiu

1
71
hiu
Meski dilarang, perburuan hiu masih marak terjadi (Foto: Metrotv News)

‘Memancing’ hiu juga telah ada di perairan sekitar tujuan wisata populer, termasuk Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur, dan Raja Ampat di Papua Barat.

Kabarnesia.com – Menurut WWF, hiu adalah pemangsa penting di puncak rantai makanan lautan, di mana mereka mengatur pertumbuhan spesies lain dan memastikan ekosistem tetap sehat.

Populasi hiu sangat rentan karena mereka membutuhkan waktu hingga 20 tahun untuk mencapai kematangan seksual dan menghasilkan sedikit anak. Permintaan saat ini untuk mengkonsumsi sirip hiu tidak memungkinkan untuk mengembalikan populasi mereka ke tingkat sebelumnya.

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Sejak tahun 1972, jumlah Blacktip, Tiger, Bull, Dusky, dan Smooth Hammerhead hiu telah turun lebih dari 90%. Sudah, 18-20 spesies hiu terdaftar sebagai hewan terancam punah oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN).

Sampai saat ini tidak ada data komprehensif tentang populasi ikan hiu di lautan di seluruh Indonesia. Meskipun undang-undang dilindungi oleh peraturan yang ketat, Dwi Ariyoga Gautama, koordinator untuk konservasi by-catch dan hiu di WWF Indonesia mengatakan, banyak penyelundup masih dapat menemukan celah peraturan dan cara lain untuk mengekspor sirip hiu ilegal.

Pada tahun 2016, pihak berwenang Indonesia mencegat pengiriman ilegal 20 ton sirip hiu yang ditujukan ke Hong Kong, di Tanjung Perak, Surabaya. Sirip, beberapa dari hiu martil yang terancam punah, diberi label sebagai ikan beku.

Dan menangkap ikan hiu tidak akan pernah luput dari perhatian para nelayan yang menjelajahi lautan di seluruh Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah menangkap ikan hiu.

Hal ini telah menyebabkan praktik kejam dari sirip ikan hiu karena biasanya mereka memotong sirip hiu hidup lalu membuang hiu kembali ke laut, tidak dapat berenang dan akhirnya menuju kematian secara perlahan.

Tanpa penegakan dan pengawasan yang lebih baik, penambangan hiu ilegal dan perdagangan spesies yang terancam punah akan terus berlanjut.

Meskipun pemekaran hiu sudah termasuk ilegal di negara ini, aktivitas ‘memancing’ tersebar luas. Indonesia dilaporkan sebagai eksportir terbesar sirip hiu, diikuti oleh India. Meskipun sebagian besar hasil mungkin berasal dari penangkapan ikan hiu legal, jumlah sirip yang tidak diketahui berasal dari sirip hiu, sering menargetkan spesies yang dilindungi sesuai dengan permintaan konsumen.

BACA JUGA:

Hong Kong Menjadi Importir Terbesar

Ariyoga juga mengatakan bahwa Hong Kong adalah importir sirip hiu terbesar, dan selanjutnya disusul Singapura. Data dari kantor WWF di Hong Kong menunjukkan impor sirip hiu tahun lalu mencapai 4.979 ton. Angka itu, mewakili penurunan sekitar 50 persen dari lebih dari 10.000 ton yang diimpor ke Hong Kong pada tahun 2007.

Sementara itu, Presiden China Xi Jinping memerintahkan hidangan ini untuk dihapuskan dari menu pada jamuan resmi sebagai bagian dari kampanye antikorupsi. Sup sirip ikan hiu juga menjadi kurang populer di kalangan anak muda Cina, mungkin karena promosi yang lebih besar oleh kelompok konservasi.

Selanjutnya Ariyoga mengatakan, pemekaran hiu bahkan terjadi di kawasan konservasi, karena mudah bagi awak kapal untuk menyembunyikan sirip setelah bangkai hiu telah dibuang ke laut.

‘Memancing’ hiu juga telah ada di perairan sekitar tujuan wisata populer, termasuk Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur, dan Raja Ampat di Papua Barat.

Efek dari penangkapan hiu dilihat dari populasi Blacktip dan Hiu Macan akan menyebabkan penurunan populasi kerang, yang menyebabkan penurunan kualitas air sejak air saringan kerang.

Efek lainnya yaitu lebih sedikit hiu akan meningkatkan populasi gurita, yang menurunkan populasi lobster. Pada tingkat ini, ekosistem laut yang telah berevolusi selama jutaan bahkan ribuan tahun akan runtuh.

Miris memang, sepertinya memang harus ada upaya edukasi dari pemerintah untuk warga sekitar agar tidak lagi menangkap ikan hiu.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Nasional atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

 

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.