Kisah Penangkapan Bos Miras Maut yang Mirip Aktor Film

0
227
Bos miras maut
Bos miras maut sekilas mirip aktor Fast and Furious (Ilustrasi: Tribunnews)

Dalam sehari, ia bisa menjual minuman keras maut ini sebanyak 10 dus atau bisa dibilang sebanyak 240 botol miras.

Kabarnesia.com – Minuman maut yang beredar di Jawa Barat, membuat warga sekitar sangat resah. Bos miras yang menjadi otak dalam peredaran minuman maut ini akhirnya ditangkap. Samsudin Simbolon (50) adalah bos dari minuman keras maut yang menyebabkan puluhan orang tewas di Cicalengka.

Sempat melarikan diri dalam beberapa pekan terakhir, bos miras ini akhirnya ditangkap di tempat persembunyiannya di daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (17/4).  “Dia bersembunyi di gubuk posnya petani perkebunan kelapa sawit,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana. Ia ditangkap saat akan melarikan diri dari perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan pada pagi hari sekitar pukul 01.00 wib.

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Sebelumnya polisi telah menetapkan bos miras ini menjadi buronan, dikarenakan Samsudin telah mendistribusikan dan membuat minuman keras oplosan yang telah merenggut puluhan nyawa. Miras tersebut sangat mematikan, sudah tercatat ada 45 orang warga Kabupaten Bandung tewas meregang nyawa seusai meminum minuman buatan Samsudin yang berjenis gingseng.

BACA JUGA:

Pelaku Lain Masih Buron

Sementara itu, pelaku lainnya masih dalam pencarian polisi dan sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Ada empat nama buron yang sedang dicari oleh pihak kepolisian, yakni Roysan Guntur Simbolon (27) yang berperan menjadi penjual dari miras maut, Roysan tinggal dirumah mewah milik bos Samsudin yang berada di Kampung Bojongasih 03/08, Desa Cicalengka Wetan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kemudian, ada Sony Simosir (23) berperan membantu membuat minuman keras maut tersebut, dan tinggal ditempat yang sama dengan Samsudin. Lalu yang ketiga, Uwa warga Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Ia berperan sebagai penjual di daerah Nagreg.

Dan yang keempat, Asep alias Emplud warga Citaman, Nagreg, Kabupaten Bandung. Asep juga berperan sama dengan Uwa, yaitu menjual minuman keras maut ini di wilayah Nagreg. Selain itu, ada tiga orang yang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, mereka adalah Hamciak Maniak, istri dari Samsudin dan dua orang pegawainya Julianto Silalahi dan Willy.

Samsudin Simbolon akan dibawa ke Bandung untuk menindaklanjuti kasus minuman keras maut. “Nanti tersangka akan dibawa ke Bandung, ke Alun-alun Cicalengka. Dan akan diekspos ke publik sekalian pemusnahan barang bukti miras,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko.

BACA JUGA: Aksi Indonesia Tanpa Pacaran, Dapatkah Direalisasikan?

Bos Miras Mirip Bintang Film

Kasus bos miras maut ini pun mendadak viral di media sosial, salah satu fotonya tersebar di media sosial. Foto yang digunakan dalam daftar pencarian orang (DPO), diunggah juga di media sosial dan membuat hal ini mendadak ramai diperbincangkan. Bagaimana tidak? fotonya sekilas mirip Dominic Toretto dalam film Fast and Furious, karena hal inilah mendadak menjadi ramai diperbincangkan netizen di media sosial.

Samsudin Simbolon dan istri telah memproduksi minuman keras jenis gingseng ini sejak 2017. Dalam sehari, ia bisa menjual minuman keras maut ini sebanyak 10 dus atau bisa dibilang sebanyak 240 botol miras.

Minuman ini dijual dengan kisaran harga Rp 270.000 per dus atau Rp 20.000 per botol. Akibat miras oplosan yang dibuat dan disebarluaskan itu, membuat banyak orang tewas sesudah meminum racikan minuman maut tersebut.

Jumlah korban meninggal mencapai 45 orang, di antaranya 34 orang meninggal di RSUD Cicalengka, kemudian 3 orang meninggal di RS Majalaya, lalu ada 7 orang tewas di RS AMC Cileunyi, dan 1 orang meninggal di rumah.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Nasional atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

 

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments