Semburan Minyak Aceh Bukan Satu-Satunya Tragedi

1
84
semburan minyak
Semburan minyak di Aceh (Foto: Kompas)
phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Ledakan terjadi ketika sumur dibor oleh warga dan tidak lama berselang sumur itu mengeluarkan minyak beserta gas secara tak terkendali sehingga terjadi semburan liar atau blow out.

Kabarnesia.com – Bencana yang terjadi di Desa Bhakti, Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur telah padam. Api yang mulanya besar, dan perlahan redup akhirnya padam dengan sendirinya, pada hari Kamis (26/4) pukul 07.30 WIB. Namun, semburan minyak kali ini, banyak memakan korban jiwa dan melahap beberapa rumah yang berada di sekitar kejadian.

Sumur minyak yang dibor warga sekitar masih menggunakan alat tradisional dan dilakukan secara ilegal. Lokasi pengeboran terjadi di wilayah kerja pengeboran migas PT Pertamina EP Aset I Field Rantau. Peristiwa terjadinya ledakan berasal dari sumur milik warga.

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

“Data korban saat ini mencapai 20 dan puluhan orang mengalami luka berat ,” ujar Ketua BPBD Aceh Timur Syahrizal Fauzi. Korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, seperti RUSD Sultan Abdul Azis Syah Peureulak, RSUD Dr Zubir Mahmud Aceh Timur, RSU Graha Bunda Idi, RSU Adam Malik Sumatera Utara dan RSUD Zainal Abidin Banda Aceh.

Sedangkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berencana akan segera menutup sumur pengeboran minyak yang berada di Kecamatan Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timur. “Penyulingan minyak ilegal ini harus segera ditutup, karena kebakaran yang menimbulkan korban jiwa sudah terjadi berulang-ulang,” kata Hasballah HM Thaib (Rocky) Bupati Aceh Timur, Kamis (26/4).

Rocky panggilan dari Bupati Aceh Timur, telah meminta kepada aparat setempat agar segera melakukan langkah cepat menutup kawasan sumur minyak yang tengah terjadi ledakan dan kebakaran. “Ini bukan sekedar minyak dan air saja yang keluar dari dalam sumur melainkan gas, sehingga kita meminta PT Pertamina EP Rantau, untuk segera melakukan penutupan sumur-sumur yang dibuka oleh warga secara ilegal,” tambahnya.

Menurut hasil dilapangan, pihak PT Pertamina EP I Ranto, ada puluhan hingga ratusan lobang sumur bekas pengeboran migas yang dilakukan warga dekat kawasan sumur yang meledak. Jarak antara sumur dengan sumur lainnya, hanyalah berjarak antara 30-50 meter.

“Bagi masyarakat pencari minyak mentah tradisional, tidak memikirkan kembali apa tindakannya, melainkan yang mereka pikirkan hanyalah bagaimana mendapat minyak mentah, kemudian dijual dengan harga Rp 600.000 per drum,” ujar Akmal Husen, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh.

BACA JUGA:

Kejadian Serupa di Indonesia

Peristiwa terjadinya sumur minyak yang terbakar dan meledak juga pernah melanda daerah lain, seperti halnya sumur minyak meledak di Desa Kemang, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Kejadian ini terjadi pada Kamis (29/3) pada pukul 17.30 Wib.

Berdasarkan informasi yang didapat, proses penambangan minyak dilakukan oleh warga sekitar, derasnya minyak mentah bercampur gas tanah keluar dari dalam sumur. Langsung saja dengan cepat menyambarkan api dengan ketinggian 5 meter.

Api dipadamkan setelah 5 jam kemudian agar kejadian tidak meluas dan melebar ke perkebunan karet yang berada tidak jauh dari lokasi. “Kami memasang garis polisi dilokasi kejadian dan masih dalam penyidikan,” kata Iptu Mukhlis. Korban tewas atas peristiwa tidak ada, namun korban luka ada tiga orang, yang berada disekitar sumur yang meledak.

Tidak hanya di Aceh dan di Muba saja, kejadian seperti ini juga pernah terjadi di Dusun III, Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Murata). Ledakan yang terjadi, pada Ahad (21/1) dan sempat terlihat sampai langit dengan ketinggian 15 meter.

“Ada status sumur dikawasan tersebut dan sudah pernah ditutup namun dibuka kembali oleh warga, secara ilegal,” ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Tirat Sambu.

Dalam perstiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi dari kejadian ini beberapa rumah, drum, pengumpul minyak dan peralatan lainnya habis dilahap si jago merah. Ledakan terjadi ketika sumur dibor oleh warga dan tidak lama berselang sumur itu mengeluarkan minyak beserta gas secara tak terkendali sehingga terjadi semburan liar atau blow out.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Nasional atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

zeepro,propolis

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.