Kisah Mansur Si Pemakan Alat Vital Majikannya

1
77
Mansur
Mansur saat sedang reka ulang kejadian perkara (Foto: Seru Jambi)

Perbuatan Mansur pun semakin sadis, dengan membacok korban terus menerus hingga usus terurai dengan darah dimana-man. Kemudian Mansur memotong alat kelamin majikannya dan memasaknya.

Kabarnesia.com – Majelis Hakim memvonis Terosman alias Mansur, untuk dihukum penjara seumur hidup oleh PN Muarabulian, Jambi. Mansur dinyatakan bersalah dengan terbukti melakukan tindak pembunuhan berencana, seusai membunuh majikannya Dasrullah dan memotong alat vitalnya.

“Majelis Hakim berpendapat bahwa menurut rasa keadilan pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa, adalah seumur hidup,” ujar Humas Pengadilan Negeri (PN) Muarabulian, Listyo Arif Budiman, Kamis (3/5).

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Sebelumnya Listyo Arif Budiman mengatakan, Mansur dituntut hukuman mati oleh Jaksa penuntut umum. Tapi, menurut majelis, hukuman seumur hidup terhadap Mansur sudah sesuai dengan rasa keadilan. Mansur dinyatakan majelis melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Hubungan antara Mansur dan Dasrul adalah buruh dan majikan. Mansur merupakan seorang buruh yang bekerja di kebun kelapa sawit milik Dasrul. Pada awalnya, Mansur ini sakit hati karena hanya dijanjikan akan digaji 2 juta rupiah per bulan, tapi nyatanya hanya diberi Rp 200 ribu/ton setiap sawit yang berhasil dipetik.

BACA JUGA:

Kronologi Kejadian

Sejak kejadian itu, ia menyimpan dendam dan rencana melakukan pembunuhan terhadap Dasrul si majikan. Di tambah lagi dengan kekesalan yang dialami oleh Mansur pada sore hari tanggal 4 November 2017, saat di pondok tidak ada makanan yang bisa disantap. Lantas Dasrul menyuruh Mansur untuk membelikan makan di warung.

Dengan upah 25 ribu rupiah, Mansur lalu pergi dengan berjalan kaki sehingga cukup menyita waktu yang sangat lama, sesampainya Mansur di pondok, ia langsung dimarahi majikan karena terlalu lama membeli makan. Perkataan yang diterima Mansur tidak mengenakkan, sampai-sampai ‘menusuk’ hati Mansur.

Kasus ini terjadi pada 5 November 2017 lalu, peristiwa yang terjadi sangat mengguncang masyarakat Jambi dan sekitarnya, karena pembunuhan dilakukan dengan cara sadis dan di luar nalar. Tersangka yang hilang akal akibat dari sakit hati yang ia derita, membawa Mansur pada titik emosi tertingginya.

Pada lewat tengah malam, di pondok tempat mereka tidur, Mansur datang ke kamar Dasrul dengan membawa dendam dan kekesalan setengah mati. Tak diduga, ia juga membawa sebuah golok yang sudah siap digunakan membunuh korban, yang saat itu kondisi korban sedang tertidur lelap.

Tidak pikir panjang, Mansur langsung menebas lengan kiri Dasrul dengan penuh amarah, kemudian Dasrul sontak terbangun dan berteriak maling. Perbuatan Mansur pun semakin sadis, dengan membacok korban terus menerus hingga usus terurai dengan darah dimana-man. Kemudian Mansur memotong alat kelamin majikannya dan memasaknya.

Dengan tenang seperti tidak terjadi apa-apa, Mansur mulai memakannya bersama nasi yang sudah disiapkannya. Saat menjelang fajar, Mansur meminta bantuan anaknya untuk membawa korban yang sudah tidak bernyawa ke sebuah lobang yang tidak jauh lokasinya dari pondok tempat kejadian sadis tersebut. Setelah kejadian keji itu, Mansur dan anaknya melarikan diri ke arah Padang. Tetapi nahas, jasad korban ditemukan warga tak berapa lama, akhirnya Mansur dan anaknya tertangkap.

“Meskipun tindakan keji pelaku yang menghabisi nyawa korban tergolong sadis dan tidak berperi kemanusiaan, namun tujuan pidana bukanlah semata-mata untuk melakukan pembalasan (retribution), tetapi juga harus mempertimbangkan seluruh aspek yang terkait dengan adanya tindakan pidana itu, yaitu sebagai pembelajaran, mengasingkan terdakwa di tengah-tengah masyarakat, sehingga membuat masyarakat termasuk keluarga korban menjadi aman, maupun sebagai efek jera, khususnya bagi terdakwa dan anggota masyarakat lainnya. Dengan demikian Majelis Hakim berpendapat bahwa, menurut rasa keadilan pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa adalah seumur hidup,” ujar Majelis Hukum.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Peristiwa atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

 

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.