Mengapa Kasus Habib Rizieq Dihentikan?

0
216
Habib Rizieq
Habib Rizieq Shihab saat dilakukan penyidikan (Foto: Islampos)
phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Pemerintah menuruti keinginan Persaudaraan Alumni (PA) 212 saat bertemu Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Kabarnesia.com – Beberapa waktu lalu, Polda Jawa Barat menghentikan penyidikan kasus dugaan penghinaan Pancasila yang dilakukan oleh Habib Rizieq Shihab. Kasus yang menjerat Imam Besar Front Pembelas Islam (FPI) ini akhirnya dinyatakan telah ditutup karena tidak cukupnya bukti. Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP-3) kasus tersebut sudah dikeluarkan Polda Jabar pada akhir Februari 2018 lalu.

Dengan ditandatanganinya SP-3 kasus tersebut, status tersangka yang sempat disandang oleh Habib Rizieq sejak satu setengah tahun lalu akhirnya hilang. “Penyidikan sudah dilakukan oleh tim penyidik. Namun, sejauh ini kurangnya bukti untuk ditindaklanjuti dalam proses penyidikan, kita sudah menghentikan penyidikan ini,” ucap Kabid Humas Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko, Jumat (4/5).

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Menurutnya, kasus Habib Rizieq tidak memenuhi unsur pasal 154a seperti yang dituduhkan.”Dengan dikeluarkannya SP3, secara mekanisme, kasus ini dihentikan, ya sudah tidak ada penyidikan lagi,” tambahnya.

Sebelumnya, Habib Rizieq Shihab dilaporkan oleh Sukmawati Soerkarnoputri, putri dari presiden pertama Indonesia, ke Mabes polri atas tuduhan penghinaan terhadap Pancasila. Mabes Polri lalu melimpahkan kasus tersebut kepada Polda Jabar pada November 2016.

Pelaporan yang dilakukan Sukmawati terkait video yang menayangkan ceramah Habib Rizieq Shihab di depan anggota FPI di Lapangan Gasibu, Kota Bandung. Ia menyebut dalam naskah Pancasila, rumusan presiden pertama Soerkarno, sila ketuhanan ada di pantat, sedangkan naskah Pancasila menurut Piagam Jakarta, sila ketuhanan ada di kepala.

BACA JUGA:

Kasus Masih Bisa Dilanjutkan

Habib Rizieq lantas ditetapkan sebagai tersangka pada hari Senin, 30 Januari 2017. Status tersangka setelah gelar perkara dengan pemeriksaan 18 saksi. Kejadian ini dianggap memenuhi pasal 154a tentang penodaan pada lambang negara dan pasal 320 KUHP tentang pencemaran nama baik pada kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Tetapi, tanggapan lain pun bermunculan. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Komisaris Besar Polisi Umar Surya Fana menegaskan, kasus Habib Rizieq Shihab masih bisa dibuka kembali. Umar Fana menjelaskan, kasus ini bukan berarti tidak ada tindak pidananya, namun memang pihak kepolisian masih belum mempunyai cukup alat bukti lebih lanjut untuk memproses kasus tersebut.

Ketika polisi sudah mempunyai cukup bukti yang kuat, maka kasus tersebut dapat dibuka kembali. “Kalau alasannya kurang alat bukti sih cukup digelar, bisa dibuka lagi,” ujar Umar Fana di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (4/5).

Umar Fana memberitahu, jika dalam SP3 tedapat kalimat dibawahnya menyatakan jika ditemukan alat bukti baru, maka akan bisa dibuka kembali kasus tersebut. “Jadi jangan berfikir SP3 itu tidak bisa dibuka kembali,” lanjut Umar Fana.

Dirinya mengakui, untuk saat ini polisi maupun pelapor sama-sama belum mempunyai cukup alat bukti yang kuat berupa video penuh untuk melanjutkan kasus tersebut. Sehingga membuat pihak kepolisian merasa perlu memberikan kepastian hukum untuk kedua belah pihak, baik pelapor maupun yang terlapor.

Jika sudah ada tambahan bukti, prosesnya bisa dilakukan oleh pihak Bareskrim yang kemudian dilakukan supervisi untuk dilakukan gelar perkara kembali. “Ada penegasan kalau ditemukannya alat bukti baru, kita bisa buka lagi kasus ini,” tambahnya.

Tetapi tanggapan masyarakat pun bermunculan, bahwa pemerintah menuruti keinginan Persaudaraan Alumni (PA) 212 saat bertemu Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Namun, tanggapan ini dimentahkan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Ia menyatakan bahwa persepsi itu salah besar.

Menurutnya, pihak kepolisian saat ini sudah sangat profesional dalam melakukan pekerjaannya ataupun dalam mengusut kasus apapun. “Itu persepsi yang salah. Saya kira kepolisan sekarang dengan Promoter (Profesional, Modern, Terpercaya) untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka. Ada proses pembuktian yang sangat cukup,” ujarnya.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Hukum atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

levidio,youtuber,youtube,powerpoint

Comments

comments