Mengulas Film 212 Power Of Love

1
386
film 212
Para pemain dan tim produksi film 212 The Power of Love (Foto: Republika)

Rahmat terpaksa ikut demi menjaga sang ayah yang tengah sakit dan sekaligus membujuk agar tidak masuk lebih dalam lagi dalam aksinya itu.

Kabarnesia.com – Dunia perfilman dalam negeri tengah ramai memperbincangkan Film 212 Power Of Love yang sudah tayang di bioskop nasional pada 9 Mei 2018. Film ini terinspirasi dari kisah nyata aksi damai 212 dan diproduksi oleh Warna Pictures.

Dalam memerankan karakter Rahmat, Fauzi Baadila, sebagai seorang yang dingin dan idealis dicoba dibangun dengan kuat, lewat fakta bahwa Rahmat adalah lulusan terbaik Harvard University dan pengagum Karl Marx, serta bekerja sebagai jurnalis di majalah Republik.

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Suatu ketika, ia mendapat kabar duka bahwa ibunya telah meninggal dunia, dan dia pun harus pulang kerumahnya yang ada di Ciamis. Mesikupn telah 10 tahun, Rahmat belum pernah menginjakkan kakinya lagi di Ciamis karena permasalahannya di masa lalu. Sesampainya di Ciamis, Rahmat bertemu dengan teman saat kecilnya yaitu Yasna yang diperankan oleh artis cantik Meyda Safira.

Setelah hari pemakaman ibunya, Rahmat mendapat berita, bahwa ayahnya Ki Zainal yang diperankan oleh Humaidi Abbas, dalam kondisi yang tengah sakit-sakitan. Meski demikian, sang ayah yang sedang sakit itupun tetap bersikeras mengikuti aksi 212 bersama para santri dari Ciamis.

Rahmat terus berupaya untuk melarang niat ayahnya datang ke Jakarta, karena menurutnya itu tindakan konyol, dan aksi 212 tak lebih dari aksi politisi yang ditunggangi serta bisa memicu kerusuhan besar serta jatuhnya korban jiwa seperti yang terjadi pada tragedi aksi 98. Tetapi larangan Rahmat tak digubris sama sekali oleh Ki Zainal. Ia tetap akan berjalan kaki atau longmarch dari Ciamis menuju Jakarta untuk mengikuti aksi 212.

Seorang Rahmat yang tak percaya agama pun harus terjebak dalam aksi tersebut, yang menuntut penegak hukum untuk memproses Gubernur DKI Jakarta karena kasus penistaan agama. Rahmat terpaksa ikut demi menjaga sang ayah yang tengah sakit dan sekaligus membujuk agar tidak masuk lebih dalam lagi dalam aksinya itu.

BACA JUGA:

Kritik Film

Film 212 The Power Of Love ini menuai banyak masukan dan singgungan dari berbagai kalangan di Indonesia. Sutradara Jastis Arimba seakan hanya berkutat pada konflik keluarga saja yang tak kunjung usai. Aksi 212 hanya sebuah latar dari konflik antara Rahmat dan ayahnya, yang sangat disayangkan tidak menjadi solusi antara hubungan konflik antara seorang ayah dan anak.

Film tersebut pun dianggap kurang dalam penyampaian pesannya, ‘The Power Of Love’ kekuatan cinta, yang dijadikan judul film tetapi hanya dipaksakan oleh dua karakter di dalamnya. Konflik berkepanjangan dan alurnya mudah ditebak oleh penonton, membuat film ini seperti sinetron. Namun film ini tentu masih mempunyai kualitas yang sangat bagus, dengan mempunyai nilai baik soal agama, cinta dan keluarga.

Sutradara yang dibantu Ali Eunoia yang sebagai seorang penulis naskah film tersebut, juga kurang dalam hal teknis. Ada beberapa adegan, yang dimana suara karakter dan gestur dari mulut si karakter nampak tidak bebarengan, ini jadi seperti di dubbing.

Kemudian, ada satu adegan yang tidak logis, seperti adegan yang terjadi pada malam hari saat Rahmat tengah diperlihatkan sedang menonton laporan reporter televisi, namun laporan di televisi itu justru terang seperti siang hari. Tetapi, disebutkan pada saat itu adalah live.

Selain itu, ada penggunaan green screen yang cukup terasa di beberapa adegan, terlebih kualitas gambar yang cukup berbeda saat menampilkan aksi massa 212, seakan sudah mengambil dokumentasi dari yang sudah ada. Terlebih lagi, aksi massa 212 yang kebanyakan ditampilkan secara Medium Shot yang hanya melihatkan segelintir orang saja, tidak bisa mengambil aksi massa 212 dalam skala besar membuat film ini seperti nampak tidak real atau nyata.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Hiburan atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

 

 

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.