DPR: Teroris Bisa Sebabkan Keamanan Pilkada Pecah

1
111
terorisme
Pengamanan Pilkada 2018 bisa terpecah karena terorisme (Foto: Redaksi Indonesia)
phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Semua masyarakat harus menjaga persatuan dan mewaspadai adanya adu domba yang akan menimbulkan perpecahan sehingga pelaksanaan Pilkada 2018 berjalan lancar dan aman.

Kabarnesia.com – Indonesia baru-baru ini sedang melakukan siaga satu terhadap aksi terorisme yang kian merajarela. Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali mengkhawatirkan konsentrasi pihak kepolisian dalam mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di 171 daerah terganggu. Hal ini juga dikhawatirkan akan mengurangnya partisipasi dari masyarakat pada Pilkada Serentak 2018.

“Dampak lainnya adalah munculnya rasa takut dari masyarakat yang berlebihan, sehingga akan mengurangi partisipasi mereka dalam pesta demokrasi ini, khususnya yang akan melibatkan banyak orang ini,” ucap Zainuddin, Senin (14/5).

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Kekhawatiran timbul dengan banyaknya kasus terorisme yang kini tengah melanda Tanah Air. Pihak aparat keamanan akan terbagi konsentrasinya untuk menjaga keamanan pada Pilkada 2018 yang akan berlangsung pada bulan Juni dan menjaga keamanan pasca terjadinya sejumlah aksi teroris belakangan ini.

“Dengan personel yang terbatas, aparat keamanan kita harus membagi fokusnya untuk menjaga keamanan pilkada yang akan berlangsung dan juga mengusut serta menjaga supaya aksi teror tidak terulang kembali,” tambahnya.

Politikus Partai Golkar ini menilai, teror bom yang terjadi pada Minggu 13 Mei 2018 kemarin merupakan pukulan berat aparat keamanan dan juga intelijen. Apalagi peristiwa ini terjadi tidak lama setelah kericuhan yang terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa barat antara pihak kepolisian dengan narapidana terorisme.

“Belum juga selesai pengungkapan tentang kerusuhan di Mako Brimob beberapa hari yang lalu kita sudah dikejutkan lagi dengan pengeboman di beberapa gereja di Surabaya,” tutur Zainuddin.

Sebagaimana telah diketauhi oleh masyarakat luas, peristiwa bom bunuh diri terjadi pada hari Minggu 12 Mei kemarin di tiga gereja di Surabya, yakni Gereja Katolik Santa Maria Tak bercela di jalan Ngagel Madya, Gereja Pantekosta di jalan Arjuno dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) di jalan Diponegoro. Sebanyak 13 orang menjadi korban tewas dan 43 korban lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Dalam waktu yang relatif cukup cepat, Polri berhasil mengungkap pelaku bom bunuh diri dan motif dibalik teror ini. Pelaku Bom bunuh diri pada tiga lokasi merupakan satu keluarga, yang terdiri dari bapak, ibu dan empat anaknya.

Tak hanya kejadian di Surabaya saja, Minggu 13 Mei 2018, bom juga meledak di Blok B lantai 5 Rumah Susun (Rusun) Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Bom Sidoarjo ini juga diduga terkait bom di Surabaya. Peristiwa ini telah menewaskan tiga orang sekeluarga. Bom itu meledak tidak sengaja setelah dirakit oleh pelaku.

BACA JUGA:

Terorisme Bisa Memecah Keamanan Pilkada

Pendapat lain pun juga diutarakan oleh Wakil Ketua Komisi II DPR Mardani Ali Sera. Mardani mengutuk terjadinya teror menjelang Pilkada Serentak 2018, mulai dari teror pembacokan beberapa ulama di masjid dan teror bom di Gereja Surabaya. Semua masyarakat harus menjaga persatuan dan mewaspadai adanya adu domba yang akan menimbulkan perpecahan sehingga pelaksanaan Pilkada 2018 berjalan lancar dan aman.

“Hindari saling tuduh berupa cercaan yang menggiring pada isu-isu lain, justru akan membuat permasalahan insiden tersebut tidak akan selesai dan akan menimbulkan masalah baru lainnya,” ujar Mardani Ali Sera.

Mardani juga menilai teror yang terjadi harus ada penyelesaiannya melalui penegak hukum dan mempunyai kinerja yang lebih baik dan lebih keras lagi dari pihak intelijen untuk membuka tabir dimana dan siapa akar masalah ini. Karena ini adalah pesta demokrasi rakyat Indonesia, yang harus dinikmati setiap warganya diberbagai daerah manapun.

Mungkin hal ini memang harus ditinjau kembali dari setiap pihak yang berwenang, sehingga bisa membuat masyarakat tidak mengalami rasa takut berlebihan terkait aksi teror yang terus menerus membuat resah warga Indonesia.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Pilkada atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

 

levidio,youtuber,youtube,powerpoint

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.