Melirik Bandara Terbesar Kedua Indonesia di Majalengka

1
381
bandara kertajati
Tampak dalam Bandara Kertajati di Majalengka (Foto: Suara)

Bandara yang dibangun sejak Desember 2015 ini telah menelan biaya sebesar Rp 3,5 triliun.

Kabarnesia.com – Dengan menggunakan Pesawat Boeing 737-800, Presiden Joko Widodo berangkat dari Pangkalan Udara Halim PerdanaKusuma menuju ke bandara yang ada di Majalengka. Kemudian sekitar pukul 09.30 WIB, Presiden Jokowi telah berhasil mendarat di Bandara International Jawa Barat (BIJB). Lokasi tepatnya adalah di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (24/5).

Sesampainya di lokasi, Presiden Jokowi langsung disambut oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Bupati Majalengka Sutrisno serta para pejabat lainnya. Dengan kehadiran Bandara Internasional ini, diyakini akan mampu memberikan pelayanan terbaik untuk warga Jawa Barat dan masyarakat Indonesia ataupun mancanegara.

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Bandara International Jawa Barat (BIJB) diyakini juga akan memberikan dampak yang sangat positif, seperti pertumbuhan perekonomian warga yang akan meningkat. Jarak antara bandara dan pelabuhan pun juga cukup dekat, hanya berjarak 40 kilometer. Hal ini yang memudahkan bagi warga sekitar untuk melakukan sistem impor dan ekspor barang.

Presiden Jokowi juga telah mengapresiasi model bisnis dalam pembangunan bandara tersebut, karena adanya kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pihak swasta. “Model bisnis seperti itu yang akan kita kembangkan di provinsi lain di Indonesia,” ucap Jokowi.

Bandara ini pun menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara International Soekarno Hatta yang berada di Tangerang. Bandara yang dibangun sejak Desember 2015 ini telah menelan biaya sebesar Rp 3,5 triliun, dengan rincian pembangunan sisi udara Rp 825 miliar serta pembangunan sisi darat sebesar Rp 2,7 triliun dan sudah termasuk dalam pembebasan lahan warga sekitar. Bantuan dana atas pembuatan bandara tersebut, juga datang dari dana APBN.

BACA JUGA:

Kapasitas Tampungan di Bandara Kertajati

Walaupun diinisiasi oleh Pemprov Jawa Barat, tetap pemerintah pusat juga mempunyai andil dalam pembangunan Bandara Kertajati tersebut. Bandara di Majalengka ini telah berdiri di atas lahan seluas 1.800 hektar dan memiliki landasan pacu sepanjang 2.500 x 60 meter, yang akan diperpanjang nantinya pada bulan November 2018 dengan ukuran jarak mencapai 3.000 x 60 meter.

Sejak dalam proses pembangunan hingga sampai beroperasinya bandara ini, telah direncakan akan mampu mengurangi beban di tiga bandara lainnya, seperti Bandara Soekarno Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Husein Sastranegara. “Kalau dikatakan sangat bisa mengurangi beban diantara bandara yang ada selama ini. Hanya saja hal ini harus dibarengi dengan pembangunan akses menuju Bandara Kertajati,” ucap Direktur Utama PT Angakasa Pura II (Persero) M Awaluddin.

Awaluddin juga menjelaskan, dari data sepanjang tahun 2017, Bandara Soekarno Hatta telah melayani kurang lebihnya sekitar 63 juta penumpang, sedangkan Bandara Halim Perdanakusuma 7 juta penumpang dan Bandara Husein Sastranegara melayani 3,5 juta penumpang.

“Kalau semua sudah terkoneksi, sudah menjadi satu antara Jakarta dan Jawa Barat, hal itu mampu mengurangi beban tol yang biasa ditarik ke sini sekitar 5 juta penumpang per tahun,” tambahnya.

Bandara Kertajati ini mempunyai kapasitas penumpang sebanyak 5,6 juta per tahunnya, hal ini sudah lebih dari cukup. Bandara Kertajati juga akan dikembangkan seiring dengan bertambahnya penumpang, karena di sekitar bandara masih memiliki lahan yang cukup luas. Bandara ini juga akan siap melayani penerbangan komersil pada awal bulan Juni 2018 dan ke depan bandara tersebut akan memiliki terminal dengan kapasitas 18 juta penumpang.

Bandara International Jawa Barat, akan siap melayani lima rute menjelang mudik, yakni penerbangan ke Medan, Surabaya, Bali, Makassar, dan Balikpapan. “Mudik di mulai tanggal 5 Juni. Direktorat Angkatan Udara sedang memproses rute dari Kertajati menuju Medan, Surabaya, Bali, Makassar dan Balikpapan,” ujar Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra. “Dan untuk penjualan tiketnya, diharapkan sebelum tanggal 5 Juni,” tutupnya.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Nasional atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.