Gerhana Bulan Tahun Ini: Penyebab dan Fakta-faktanya

1
47
gerhana bulan
Proses terjadinya gerhana Bulan total (Foto: BBC)

Kabarnesia.com – Blood Moon atau Gerhana Bulan Total akan segera kita saksikan di akhir bulan ini, tepatnya 28 Juli 2018. Pada fenomena langit langka kali ini, akan menjadi fenomena yang lain dari biasanya.

Gerhana yang akan terjadi bulan ini adalah gerhana dengan durasi paling lama selama abad ke-21. Spesialnya, gerhana Bulan nanti akan dibarengi dengan munculnya planet Mars yang bisa dilihat bersamaan.

NASA mengatakan, jika beruntung, kita akan melihat gerhana Bulan selama satu jam 43 menit lamanya.

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Perlu diketahui, gerhana Bulan total kali ini berbeda dengan gerhana Bulan total yang sebelumnya terjadi di awal tahun ini. Pada gerhana Bulan total 31 Januari lalu, bentuk dan ukuran Bulan terlihat lebih besar dan terang, sehingga dinamai Super Blood Moon, berbeda dengan yang akan terjadi di akhir bulan ini.

Pada gerhana Bulan yang akan datang, bentuk dan ukuran Bulan akan terlihat lebih kecil dengan warna merah darah. Hal itu dinyatakan oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin. Untuk itulah mengapa gerhana Bulan yang akan terjadi nanti dinamakan Micro Blood Moon, karena bentuknya akan lebih kecil dan berwarna merah darah. Penyebabnya karena posisi Bulan sedang berapa di titik jauhnya dari Bumi.

Penyebab Terjadinya Gerhana Bulan Total

Gerhana bulan terjadi ketika Matahari, Bumi dan Bulan pada satu garis lurus. Ini berarti Bumi langsung berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga cahaya matahari terhambat.

Blood Moon terjadi ketika atmosfer Bumi membiaskan cahaya dari Matahari. Saat cahaya Matahari tertutup sempurna oleh Bumi, atmosfer Bumi tetap membiaskan cahaya yang datang dari Matahari. Oleh sebab itu, warna merah darah terpancar saat terjadi gerhana Bulan total.

Selain itu, Bulan memiliki lapisan debu ultra halus dari atmosfernya. Lapisan debu itulah yang memberikan efek pemantulan cahaya Matahari dari atmosfer Bumi yang kemudian membuat warna Bulan saat gerhana total semakin merah.

BACA JUGA:

Fakta-fakta Gerhana Bulan Total

Planet Mars dampingi gerhana

Pada gerhana Bulan total kali ini, Mars akan berdampingan bersama dengan Bulan. Hal ini terjadi karena Mars akan hadir pada satu garis lurus yang berseberangan dengan Matahari dari perspektif Bumi.

Pada gerhana Bulan total kali ini juga, posisi Mars berada cukup dekat dengan Bumi, meskipun belum pada di titik terdekatnya. Diprediksi, Mars baru akan mencapai titik terdekat dengan Bumi terjadi pada 31 Juli 2018 ini. Namun, pada fenomena kali ini, Mars dapat terlihat dengan jelas dan terang di langit malam Bumi.

Akan terjadi hujan Meteor

Tidak hanya Mars yang akan terlihat jelas dan mendekat ke Bumi, namun juga hadirnya hujan meteor bersamaan dengan gerhana Bulan total nanti.

Menurut Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto, hujan Meteor ini biasanya aktif antara 17 Juli hingga 24 Agustus, dan akan memuncak pada malam 12 Agustus hingga dini hari 13 Agustus. Sebenarnya di saat Bulan purnama, hujan Meteor akan sulit terlihat. Namun sebaliknya, ketika gerhana Bulan total terjadi, hujan meteor akan mudah terlihat.

Durasi terlama di abad ke-21

Menurut Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin, fase gerhana Bulan sebagian dimulai pukul 01.24 sampai 15.12 WIB. Sedangkan, fase gerhana totalnya terjadi pada pukul 02.30 hingga 04.13 WIB.

“Selama 107 menit, terlama di abad ini karena lintasannya dekat dengan garis tengah lingkaran bayangan Bumi dan jarak Bulan terjauh dari Bumi,” ujar Thomas melalui pernyataan di akun Facebook pribadinya yang diposting Rabu 25 Juli 2018.

Karena faktir lintasan Bulan dekat dengan garis tengah lingkaran Bumi dan jarak Bulan terjauh dari Bumi itulah yang menyebabkan durasi gerhana Bulan total pada 28 Juli nanti menjadi yang terlama selama abad ke-21, dengan prediksi waktu satu jam 43 menit.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Nasional atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

 

 

 

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.