Begini Serunya Cerita Karien Reynanda di Pedalaman Malaysia

0
49
student volunteering
Foto bersama para peserta Student Volunteering Antar Bangsa (Foto: Dok. Pribadi)

Kabarnesia.com – Karien Reynanda Suharto, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Esa Unggul, berkesempatan mengikuti kegiatan Student Volunteering. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Sukarelawan Siswa Malaysia ini diselenggerakan pada 4-22 Juli 2018. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi dari seluruh negara ASEAN dan Tiongkok.

Jumlah mahasiswa yang mengikuti acara ini kurang lebih 200 peserta. Peserta pada program ini memiliki latar belakang dari negara dan bidang studi berbeda-beda yang disebar ke 11 lokasi misi sukarelawanan.

Karien menceritakan saat proses dirinya mengikuti KKN Antar Bangsa di Serawak Malaysia, pada hari pertama hingga keempat kedatangannya di Negeri Jiran. Mahasiswi berkaca mata ini terlebih dahulu mengikuti kegiatan Pre Departure Training di Kuala Lumpur. Selama kegiatan Pre Departure Training, para peserta termasuk Karien dibekali sejumlah pelatihan agar siap terjun ke lapangan.

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Pre Departure Training kita diberi pelatihan agar siap terjun ke lapangan. Seperti diberi gambaran mengenai Sarawak itu seperti apa, kebudayaannya di sana apa saja, bahasanya kondisi geografisnya dan lainnya. Kita juga diberi pengarahan mengenai tanggap darurat bencana dan pertolongan pertama dan diberi pengarahan juga agar tidak sakit di sana dan terhindar dari malaria,” ujar Karien di Universitas Esa Unggul, Rabu (09/8).

Selepas mengikuti Pre Departure Training, Karien dan para peserta KKN melanjutkan misi kesukarelawanannya di Sarawak, Malaysia selama kurang lebih 10 hari. Selama 10 hari, dirinya bersama kelompok KKN yang berjumlah 20 orang, ditempatkan di sebuah desa bernama Kampung Sebauh, Bintulu, Sarawak.

Tinggal di Sekolah Dasar

Karien dan para peserta KKN pun harus tinggal sementara di sebuah Sekolah Dasar yakni Sekolah Kebangsaan Sebauh (SK Sebauh). Di sana mereka pun harus merealisasikan sejumlah program utama mereka di tempat KKN, seperti program pendidikan, kesehatan hingga renovasi di sejumlah tempat vital.

“Selama 10 hari lamanya kami terus bekerja untuk menjadikan SK Sebauh beserta para muridnya lebih baik lagi. Kami di sana menjalankan sejumlah program seperti mengajar bahasa Inggris, menyosialiasikan cara cuci tangan dan gosok gigi yang benar, merenovasi taman sekolah dan lain sebagainya. Pada dasarnya kami diharapkan dapat berbagi kemampuan dan pengetahuan yang kami miliki untuk warga serta murid-murid disana,” terangnya.

Dirinya pun berharap kesempatan yang sama dapat ia dapatkan kembali untuk mengikut kegiatan-kegiatan yang berskala internasional. Menurutnya, penting sekali mahasiswa, termasuk dirinya, diberikan kesempatan untuk menimba ilmu serta pengalaman di daerah-daerah yang memiliki akses yang kurang baik, sehingga mampu mengamalkan ilmu kepada masyarakat.

“Besar harapan saya untuk dapat kembali mengikuti kegiatan serupa. Sebab, banyak hal yang dapat saya dapatkan dari kegiatan ini. Di antaranya pengalaman tak terlupakan, relasi dari seluruh negara ASEAN dan Tiongkok, sertifikat internasional dan masih banyak lagi. Semoga dengan adanya kegiatan ini, hubungan baik antar negara ASEAN dan Tiongkok makin baik lagi, serta mencetak mahasiswa-mahasiswi berkualitas tingkat dunia,” tutupnya.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kotanesia atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Kontributor: Mahmud Yunus

 

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments