Mendaki Gunung Saat Hujan? Ini 5 Tips yang Wajib Kamu Tahu!

0
66
mendaki gunung
phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Kabarnesia.com – Jika Anda tengah merencanakan kegiatan outdoor seperti mendaki gunung, memang bukan saat terbaik jika dilakukan saat musim hujan. Ketika musim hujan, tak dapat dipungkiri resiko terjadinya kecelakaan sewaktu pendakian lebih besar. Salah satu contohnya adalah jalan setapak menjadi licin karena hujan sehingga rawan menyebabkan terpeleset. Tak hanya itu, kabut tebal juga menjadi masalah lain saat mendaki gunung di musim hujan.

Guna meminimalisir risiko tersebut, beberapa gunung telah menutup kegiatan pendakian selama musim hujan. Selain demi kebaikan pendaki, penutupan juga berfungsi untuk pemulihan ekosistem. Namun, bagi Anda yang tetap ingin mendaki saat musim hujan, inilah 5 tips yang perlu diketahui, seperti dikutip Kompas:

1. Pilihlah gunung atau bukit yang mudah didaki

Jika tetap ingin mendaki ketika musim hujan, pemilihan gunung yang tepat harus dilakukan. Sangat lebih baik tidak mendaki gunung yang medan pendakiannya sulit karena saat hujan, kondisinya akan menjadi lebih buruk.

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Pilih juga gunung yang waktu tempuh ke puncak dan perjalanan turunnya singkat. Hal ini penting untuk menghindari cuaca buruk. Jika cuaca mulai memburuk, perjalanan turun bisa segera dilakukan dengan cepat.

2. Usahakan untuk tidak berkemah

Memang tenda bisa dibawa ketika mendaki untuk mengantisipasi cuaca buruk seperti hujan dan angin. Namun tetap saja, berkemah di kondisi cuaca buruk tetaplah berisiko. Jika hujan lebat, seringkali air masih bisa menembus lapisan tenda. Angin kencang pun tidak jarang bisa sampai merobohkan tenda. Embusan angin dingin ketika cuaca buruk juga bisa masuk ke dalam sehingga akan meningkatkan risiko hipotermia.

3. Jangan lupa membawa jas hujan

Saat melakukan pendakian di musim hujan, jas hujan menjadi barang yang wajib dibawa. Tentu saja tujuannya agar tidak basah kuyup ketika harus menerjang hujan karena di gunung biasanya minim tempat berteduh.

Jika sampai basah kuyup karena tidak membawa jas hujan, pendakian pun akan semakin berat. Terlebih jika udara atau angin dingin menerpa, pakaian yang basah akan melipatgandakan risiko terkena hipotermia.

4. Pastikan untuk membawa baju ganti yang lebih

Baju ganti memang sebaiknya dibawa ketika mendaki, baik di musim hujan atau kemarau. Namu risiko pakaian basah tetap lebih besar ketika musim penghujan tiba. Meski sudah memakai jas hujan, air masih bisa masuk melalui celah atau lubang kecil. Oleh karena itu untuk menjaga agar tubuh tetap kering, pastikan Anda membawa lebih baju ganti. Pastikan pula baju ganti itu diletakkan di tempat kedap seperti dibungkus plastik air agar tidak basah.

5. Periksa jadwal buka-tutup gunung

Periksa juga mana saja gunung yang tetap dibuka untuk pendakian ketika musim hujan. Beberapa gunung seperti Prau, Slamet, dan Semeru ditutup saat musim hujan. Jangan sampai ketika sudah sampai pos pendakian gunung yang dituju, ternyata gunung tujuan pendakian sedang ditutup sehingga perjalanan menjadi sia-sia. Jika ditutup, jangan pula nekat mendaki. Selain membahayakan keselamatan diri sendiri, pihak pengelola pendakian juga tidak segan memberikan hukuman kepada mereka yang nekat mendaki.

 

BACA JUGA: 

levidio,youtuber,youtube,powerpoint

Comments

comments