PSBB Stop Saja, Ganti Dengan PSOB! Apa Itu?

0
28
pandemi,endemi,epidemi,wabah,corona,pes,kolera,flu spanyol
ilustrasi pandemi di dunia
obat kuat,libion,libiceng,phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Kabarnesia.comPSBB atau Pembatasan Sosial Skala Besar adalah salah satu langkah ketat yang diterapkan oleh pemerintah untuk menanggulangi wabah covid-19 yang disebabkan oleh virus korona.

Langkah itu sudah dimulai lebih dulu oleh jakarta, pada tanggal 10 April 2020 kemarin DKI Jakarta menerapkan langkah ini, dampaknya ibukota sepi karena beragam aktivitas dibatasi, hanya saja PSBB ini berefek sangat negatif terhadap ekonomi, karena pekerja informal seperti sektor UMKM, Supir Angkutan umum, Ojek Online, Warung, dan mereka dengan upah harian, terpaksa tidak mendapatkan penghasilan.

Bukan itu saja, perusahaan juga tersendat, kalau tidak dibilang berhenti, operasionalnya. Sehingga jika kondisi ini terus terjadi, bukan tidak mungkin ekonomi Indonesia akan minus pertumbuhannya.

Strategi PSBB sendiri menimbulkan ketidak-pastian yang berbahaya, karena beragam kewajiban masyarakat, seperti tagihan dan cicilan serta hutang-piutang menjadi tidak jelas duduk perkaranya. Karenanya, daripada tanggung dengan strategi PSBB, lockdown atau karantina wilayah bisa berikan kepastian lebih baik.

Apa itu Pembatasan Sosial Orang Berisiko (PSOB)?

Pembatasan Sosial Orang Berisiko (PSOB) yang ide awalnya berasal dari akun facebook “Reza Artha” dengan istilah Pembatasan Sosial Bagi Mereka yang Beresiko (PSBMB), seperti ditampilkan dibawah:


PSBMB
Pembatasan Sosial Bagi Mereka yang Beresiko

Ya, kira2 itu ide sy kali ini.. ini ide ke-3.. memang byk bergeser dari yg awal..

Coba kita runut dulu,
Fase pertama sy tdk setuju lockdown karena ekonomi.. (tapi disini sy melupakan “Mereka yg Beresiko”..)
Fase kedua sy mendukung lockdown (disini karena sy berpikir menyelamatkan Mereka yg Beresiko.. tapi juga masih ada kurangnya sy melupakan Mereka yg Tidak Beresiko)..
Fase ketiga.. nah ini.. mikirin semua.. (ya ga apa apa, namanya berikhtiar berpikir..)..

Singkatnya..
Selamatkan Mereka yg Beresiko dulu.. Pisahkan (#karantina) mereka dari populasi.. Ada kriterianya itu yg beresiko apa saja spt tua, berpenyakit, dll..
Lalu, Mereka yg Tidak Beresiko, kembalikan aktivitasnya seperti semula.. Cabut semua PSBB dan semua larangan.. Karena mereka tidak beresiko.. Ngapain dibatasi??

Status facebook yang lumayan viral dengan mendapatkan puluhan likes dan interaksi menjelaskan poin-poin dibawah ini:

  • Strategi lockdown atau karantina wilayah atau PSBB suka tidak suka akan berefek besar pada turunnya ekonomi.
  • Sementara, jika tidak ditanggulangi, maka akan menyebabkan makin banyaknya korban jiwa bagi orang dengan risiko tinggi.
  • Ambil jalan tengah, yakni tidak perlu PSBB dan lockdown, cukup batasi atau karantina orang dengan risiko tinggi.
  • Berdasarkan angka, Covid-19 tidak berbahaya pada kalangan usia produktif yang tidak memiliki penyakit degeneratif, memang bisa tertular, tapi gejalanya rendah hingga sedang (medium). Sehingga dengan isolasi mandiri saja atau dengan perawatan ringan, bisa kembali sehat.
  • Pemerintah perlu merumuskan siapa-siapa yang berisiko tinggi dan tidak mencampurkannya dengan mereka yang terjangkit covid-19 dan berisiko menularkan secara tidak sadar (OTG / Orang Tanpa Gejala).
  • Selama masa karantina pemerintah wajib memenuhi kebutuhan dasar mereka yang dikarantina.
  • Biarkan aktivitas ekonomi kembali pulih, harapannya terbentuk¬†herd immunity¬†dikalangan orang usia produktif yang tertular.

Strategi PSOB atau PSBMB ini memang tidak teruji dan belum memiliki kajian yang cukup, namun sejatinya bisa menjadi sumbangsih alternatif apabila PSBB tidak menghasilkan manfaat apa-apa bagi memutus penyebaran virus korona, malah menimbulkan keburukan baru: krisis ekonomi berkepanjangan!

Comments

comments