Apa Itu Oligarki?

0
54
Utang Indonesia
Utang Indonesia dikatakan bakal mencapai 5.000 triliun rupiah (Foto: Riau Barometer)

Oligarki. Apa itu oligarki? Secara harfiah berarti struktur kekuasaan di mana kekuasaan berada pada tangan segelintir orang.

Asal katanya berasal dari bahasa Yunani kuno, yakni: Oligarkhia. Istilah ini terbentuk dari dua kata, yakni:

  1. oligon yang berarti sedikit
  2. arkho bermakna memerintah

Pelakunya bernama: “oligark” / oligarch yang bermakna mereka yang terlibat dalam oligarki.

Oligarki sendiri dapat dikatakan sebagai parasit dalam sistem demokrasi, karena sistem demokrasi berpusat pada meletakkan kekuasaan sebesar-besarnya pada seluruh rakyat, bukan hanya segelintir orang yang memiliki pengaruh, kekuasaan, dan uang!

Oligarki dan Perselingkuhan Kekuasaan dalam Trias Politica

Akar dari demokrasi adalah dari trias politica yang mana sebuah negara yang baik harusnya atau idealnya memiliki 3 jenis kekuasaan yang independen, terdiri dari:

  • Eksekutif: Eksekutor (Pelaksana) dari Peraturan.
  • Legislatif: Pembuat Peraturan.
  • Yudikatif: Pengawas Peraturan.

Dalam tataran yang ideal, apabila trias politica berjalan sempurna, maka badan legislatif akan membuat peraturan berdasarkan kepentingan rakyat, eksekutif menjalankannya dengan baik, yudikatif mengawasi pembuatan & pelaksanaan dari peraturan tersebut.

Ide ini berasal dari penentangan akan kekuasaan absolut yang populer dengan model dinasti, kerajaan, atau kesultanan. Yang mana, sering membuat perilaku tidak adil kepada rakyat saat itu.

Dengan adanya 3 pilar dalam trias politica maka harapannya akan terbentuk lembaga pemerintah yang saling kerjasama, namun saling mengawasi, tujuannya hanya satu: untuk melayani rakyat!

Itu idealnya! Namun, dengan hadirnya perselingkuhan di antara ke-3 nya, pasti akan mengakibatkan korupsi yang sistematis, masif, dan sangat terstruktur! Karena pembuatan peraturan bisa ‘tersusupi’, pelaksanaan peraturan modelnya ‘asal bapak senang’, pengawasan peraturan tak lebih dari ‘main mata, tau sama tau’. Saat itu terjadi, maka trias politica sebagai akar demokrasi akan goyah bahkan tercerabut dari tempatnya!

Belum lagi, unsur demokrasi lain seperti halnya:

  • Pengusaha sebagai pemilik modal dan stakeholder akan proyek-proyek bisnis yang bersinggungan dengan kekuasaan.
  • Media sebagai lembaga independen pengawas trias politica yang bisa mengabarkan apakah trias politica berfungsi dengan benar kepada masyarakat.

Ternyata mereka juga selingkuh, mengkhianati kepercayaan publik! Oknum pengusaha asyik-masyuk dengan suap sana sini untuk kepentingan bisnisnya yang makin serakah, sementara oknum media tersumpal corongnya dengan uang atau kekuasaan, sehingga rakyat ditinggalkan sendirian! Tanpa punya perwakilan pada lingkaran kekuasaan. Kejam, bukan?! Lantas siapa yang akan berpihak kepada kebutuhan dan kepentingan rakyat?

Kembali kepada topik utama, mereka-mereka, para oknum dari beragam unsur kekuasaan dan uang yang sudah berselingkuh, sulit untuk menghentikan apa yang mereka mau. Karena kebijakan mereka yang buat, pengawasan nihil, hingga pelaksanaan juga tidak baik. Rakyat dan sumber daya dari rakyat serta alam akan leluasa mereka sedot habis, hingga akhirnya semua terkapar karena keserakahan mereka.

Karenanya, oligarki mestinya dibenci, jika sebuah negeri ingin madani!

Comments

comments